Menjaga Standar dan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Tetap Unggul: FKIP Unisla Gelar Audit Mutu Internal
Menjaga Standar dan Kualitas Pelayanan Pendidikan Tinggi Tetap Unggul: FKIP Unisla Gelar Audit Mutu Internal
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) terus berkomitmen menjaga kualitas pendidikan yang terbaik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Islam Lamongan. Audit ini bertujuan untuk mengevaluasi ketercapaian standar pendidikan tinggi yang telah ditetapkan dan menjaga agar mutu pendidikan di FKIP Unisla tetap unggul dan berdaya saing.

Audit Mutu Internal ini dilaksanakan pada hari Rabu, 25 September 2024, dengan menghadirkan dua auditor internal dari Lembaga Penjaminan Mutu Unisla. Auditor tersebut adalah Siti Sholikhah, M.Keb dan M. Rosidi Zamroni, M.T., yang secara profesional bertugas memeriksa berbagai aspek operasional dan akademik di FKIP. Proses audit ini menjadi salah satu agenda rutin untuk memastikan bahwa FKIP Unisla selalu berada di jalur yang tepat dalam mencapai visi dan misinya sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas.
Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., dalam sambutannya pada pembukaan audit menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menjaga konsistensi FKIP dalam menerapkan standar pendidikan tinggi. “Audit Mutu Internal ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian penting dari upaya kita untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, demi mencetak guru-guru yang unggul dan berkompeten di masa depan,” ujar beliau.
Proses audit ini mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen fakultas, pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana, hingga layanan akademik dan kemahasiswaan. Untuk itu, Wakil Dekan I bidang akademik dan kemahasiswaan, Kiki Septaria, M.Pd., berperan penting dalam memastikan semua data akademik dan layanan kemahasiswaan FKIP siap untuk diaudit. Ia menyatakan bahwa audit ini merupakan langkah strategis dalam mengevaluasi pencapaian fakultas dan merancang perbaikan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Dekan II bidang keuangan, kepegawaian, dan sarana prasarana, Fita Faridah, M.Pd., juga turut aktif dalam mempersiapkan berbagai laporan keuangan dan pengelolaan sarana prasarana fakultas. Menurutnya, audit ini memberikan kesempatan bagi fakultas untuk memperbaiki sistem manajemen dan infrastruktur, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran di FKIP.
Tidak hanya itu, Unit Penjaminan Mutu Fakultas (UPM) yang diketuai oleh Nur Ilmayashinta, M.Si., memainkan peran kunci dalam mendampingi para auditor selama proses audit berlangsung. UPM FKIP bertugas memastikan bahwa seluruh standar mutu pendidikan di fakultas telah terpenuhi, serta mengorganisir dan mengakomodasi masukan-masukan berharga kepada auditee terkait upaya-upaya peningkatan mutu yang sedang dan akan dilakukan oleh fakultas.
Proses audit yang berjalan lancar ini berlangsung selama sehari penuh, di mana auditor melakukan pengecekan langsung terhadap dokumen-dokumen penting, mengadakan wawancara dengan pimpinan fakultas, serta melakukan inspeksi terhadap fasilitas yang tersedia di FKIP. Semua proses ini dilakukan secara transparan dan sesuai dengan standar audit yang berlaku di dunia pendidikan tinggi.
Hasil dari audit ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai ketercapaian target mutu pendidikan di FKIP Unisla. Selain itu, audit ini juga memberikan masukan-masukan strategis yang akan menjadi landasan bagi FKIP untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan. “Kami siap menerima hasil audit ini sebagai bahan refleksi dan evaluasi diri,” kata Dekan FKIP, Moh. Nurman, M.Pd., menutup pernyataannya.
Menurut Ketua auditor, Siti Sholikhah, M.Keb., FKIP Unisla telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menjaga mutu pendidikan. “Kami melihat banyak aspek yang sudah berjalan dengan baik, namun tentunya masih ada ruang untuk perbaikan yang akan semakin memperkuat posisi FKIP sebagai fakultas unggulan,” ujarnya setelah proses audit berakhir.
Audit ini menjadi bukti nyata bahwa FKIP Unisla tidak hanya fokus pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Keberhasilan dalam audit ini akan menjadi modal penting bagi FKIP untuk terus bersaing di tingkat nasional dan internasional, sejalan dengan cita-cita Unisla menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Dengan pelaksanaan AMI ini, FKIP Unisla menunjukkan bahwa mereka tidak berhenti pada pencapaian saat ini, melainkan selalu berusaha lebih baik. Keberlanjutan mutu pendidikan menjadi prioritas utama, seiring dengan tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks dan dinamis.
Melalui audit ini, FKIP Unisla juga memperkuat posisinya sebagai lembaga yang berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh stakeholders. Kualitas pendidikan yang dijaga dan terus ditingkatkan akan menjadikan FKIP Unisla sebagai pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan keguruan yang berkualitas.
Audit Mutu Internal yang dilakukan ini bukan hanya menjadi evaluasi tahunan, tetapi juga sebagai refleksi bersama bagi seluruh civitas akademika FKIP Unisla untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan di masa depan. Dengan sinergi yang kuat antara pimpinan, dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen di FKIP, kualitas pendidikan yang unggul bukanlah sekadar target, tetapi kenyataan yang terus diwujudkan setiap harinya.
