Dr. Rivatul Ridho Elvierayani, M.Pd. dari Unisla Hadir Sebagai Pemateri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh IAIN Kediri
Dr. Rivatul Ridho Elvierayani, M.Pd. dari Unisla Hadir Sebagai Pemateri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh IAIN Kediri
Lamongan– Dr. Rivatul Ridho Elvierayani, M.Pd., seorang dosen terkemuka dari Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla), diundang sebagai pemateri dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh IAIN Kediri. Seminar yang berlangsung pada Senin, 23 September 2024, tersebut mengusung tema “Merdeka Belajar dan Pembelajaran Berdiferensiasi: Prospek dan Tantangan di Era AI”. Kehadiran Dr. Rivatul menjadi sorotan utama dengan topik yang disampaikannya, yaitu “Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Teknologi.”

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Dr. Rivatul dalam forum akademik tingkat nasional tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada IAIN Kediri atas undangan ini. Kehadiran Dr. Rivatul di seminar nasional ini merupakan wujud nyata kontribusi FKIP Unisla dalam mengembangkan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, khususnya di era kecerdasan buatan (AI),” ujar Nurman.
Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari akademisi, guru, dan praktisi pendidikan dari berbagai institusi di seluruh Indonesia. Mereka antusias untuk mendengarkan paparan Dr. Rivatul, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pakar dalam bidang pembelajaran berdiferensiasi dan penggunaan teknologi dalam pendidikan.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Rivatul menekankan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi sebagai pendekatan yang mampu mengakomodasi keragaman kemampuan dan gaya belajar siswa. Menurutnya, era AI dan perkembangan teknologi menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efektivitas metode ini. “Teknologi dapat mempermudah guru dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individual siswa, baik dari segi kecepatan, materi, maupun cara penyampaian,” tutur Dr. Rivatul.

Lebih lanjut, Dr. Rivatul menjelaskan bahwa teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dapat membantu guru dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, guru dapat dengan lebih mudah menyesuaikan metode pengajaran agar setiap siswa dapat belajar secara optimal. “AI mampu menganalisis data besar (big data) dari perilaku belajar siswa untuk memberikan rekomendasi yang tepat guna,” tambahnya.

Pada sesi tanya jawab, banyak peserta yang tertarik dengan cara memanfaatkan teknologi sederhana yang bisa langsung diterapkan di kelas. Dr. Rivatul pun memberikan contoh-contoh konkret, seperti penggunaan aplikasi pembelajaran berbasis AI dan platform digital interaktif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa yang berbeda.
Acara ini juga menjadi ajang diskusi tentang tantangan yang dihadapi oleh para pendidik di era AI. Dr. Rivatul menyoroti bahwa selain manfaat besar, penerapan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi juga menghadapi kendala, terutama terkait kesenjangan digital dan kesiapan guru. “Tidak semua guru siap menghadapi perubahan ini. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan harus terus dilakukan agar teknologi dapat diintegrasikan dengan baik ke dalam sistem pendidikan kita,” ujarnya.
Dekan IAIN Kediri, Dr. Rahmat Hidayat, M.Pd., juga menyampaikan apresiasinya kepada Dr. Rivatul atas materi yang disampaikan. “Seminar ini membuka cakrawala baru bagi para pendidik tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Kami berharap kolaborasi akademik seperti ini dapat terus terjalin di masa depan,” kata Dr. Rahmat.
Dr. Rivatul juga menegaskan bahwa kebijakan Merdeka Belajar yang diusung oleh pemerintah perlu diimbangi dengan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi secara efektif. Menurutnya, Merdeka Belajar bukan hanya soal memberikan kebebasan kepada siswa, tetapi juga tentang memberikan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan karakteristik mereka.

Di akhir seminar, Dr. Rivatul menyampaikan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran berdiferensiasi sejalan dengan semangat Merdeka Belajar, di mana siswa diberi ruang untuk belajar sesuai dengan potensi dan minat mereka. Ia menambahkan, teknologi hanyalah alat, namun kualitas interaksi antara guru dan siswa tetap menjadi faktor kunci keberhasilan pembelajaran.
Seminar nasional yang diselenggarakan oleh IAIN Kediri ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar perguruan tinggi dalam memajukan dunia pendidikan sangat penting, khususnya dalam menghadapi tantangan di era digital. Kehadiran para pemateri seperti Dr. Rivatul Ridho Elvierayani semakin memperkuat diskusi tentang bagaimana sistem pendidikan dapat terus berkembang, berinovasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Dengan suksesnya penyelenggaraan seminar ini, FKIP Unisla di bawah pimpinan Moh. Nurman, M.Pd., kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan dengan pendekatan inovatif dan berbasis teknologi.
