Berita FKIP Terkini

Bongkar Mitos Rumit! Mahasiswa Pendidikan Matematika Unisla Kupas Tuntas “Mengapa Matematika Harus Masuk Akal” Lewat Webinar PMRI

Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Bongkar Mitos Rumit! Mahasiswa Pendidikan Matematika Unisla Kupas Tuntas “Mengapa Matematika Harus Masuk Akal” Lewat Webinar PMRI

Lamongan – Mengikis stigma bahwa matematika hanyalah kumpulan rumus hafalan yang membingungkan, Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) kembali menorehkan terobosan akademik. Pada Sabtu (21/09/2024), sukses digelar “Webinar: Ngobrol Pintar PMRI” yang mengusung tajuk menggelitik, yakni “Mengapa Matematika Harus Masuk Akal?”. Kegiatan daring yang berlangsung interaktif dan penuh energi ini berhasil memantik antusiasme peserta untuk melihat ilmu eksakta dari sudut pandang yang jauh lebih membumi dan aplikatif.

Topik “Mengapa Matematika Harus Masuk Akal?” sangat selaras dengan napas utama visi prodi, yakni pengembangan media pembelajaran yang bercirikan matematika realistik. Dalam webinar ini, peserta diajak untuk memahami bahwa konsep-konsep eksakta sejatinya bermula dari fenomena nyata di sekitar kita. Dengan mengintegrasikan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) tidak hanya membuat matematika menjadi sangat logis di nalar siswa, tetapi juga adaptif untuk diajarkan di kelas-kelas modern yang serba digital.

Lebih dari sekadar teori pedagogik, kemampuan meramu materi agar “masuk akal” ini merupakan fondasi esensial bagi mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa edupreneurship (kewirausahaan pendidikan). Mahasiswa yang kelak menjadi guru ditantang untuk merancang inovasi produk edukasi—seperti permainan matematika interaktif, modul digital, atau alat peraga realistik—yang memiliki daya tawar dan rekognisi di panggung internasional pada tahun 2033. Istimewanya, lompatan pemikiran kritis dan inovatif ini senantiasa dibingkai erat dengan keteduhan spiritual ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyah. Mempelajari matematika yang logis tidak sekadar mengasah ketajaman akal, tetapi juga menjadi jalan untuk memahami keteraturan alam semesta dengan penuh kebijaksanaan, membawa kemaslahatan, dan mencerahkan peradaban.

Dr. Fathurrahman, S.Pd., MM, selaku Dosen Pembina yang mengawal intensif berjalannya webinar ini, memberikan apresiasi mendalam atas tajamnya daya kritis para peserta dalam membedah esensi pendidikan matematika.

“Matematika yang masuk akal adalah matematika yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui webinar PMRI ini, kita tidak sedang mencetak sekadar penghitung angka, melainkan pendidik berjiwa edupreneur yang mampu mengemas kecanggihan Iptek menjadi media pembelajaran yang ramah nalar bagi anak. Dengan fondasi karakter luhur Aswaja, saya sangat optimis mahasiswa Pendidikan Matematika Unisla kelak akan menjadi inovator tangguh yang karya edukasinya diakui hingga ke level global,” tegas Dr. Fathurrahman dengan penuh keyakinan.

Webinar “Ngobrol Pintar PMRI” ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi generasi muda untuk terus mencintai ilmu matematika, mendobrak metode pembelajaran konvensional, dan mengubah wajah pendidikan matematika Indonesia menjadi lebih humanis dan menyenangkan.

Apakah Anda bercita-cita menjadi bagian dari revolusi pendidikan matematika masa depan? Ingin menjadi guru yang inovatif, cerdas memanfaatkan teknologi, berjiwa edupreneur, dan memiliki wawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang luhur? Jangan tunda lagi kesuksesan Anda! Segera asah potensimu dan bergabunglah menjadi keluarga besar Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla. Mari bersama-sama kita wujudkan karya nyata dari Lamongan untuk kemajuan pendidikan dunia!

Tags: #WebinarPMRI #MatematikaMasukAkal #PendidikanMatematikaUnisla #FKIPUnisla #MatematikaRealistik #Edupreneurship #InovasiIptek #AswajaAnNahdliyah #KampusLamongan #UnislaMendunia

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terjemahkan »