Gali Kebijaksanaan Lokal! Mahasiswa Pendidikan Matematika Unisla Padukan Budaya dan Logika Lewat Studium Generale Etnomatematika
Gali Kebijaksanaan Lokal! Mahasiswa Pendidikan Matematika Unisla Padukan Budaya dan Logika Lewat Studium Generale Etnomatematika
Lamongan – Kekayaan budaya Nusantara sejatinya menyimpan ragam konsep matematis yang luar biasa jika digali lebih dalam. Merespons potensi tersebut, Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) sukses menggelar acara Studium Generale bertajuk “Etnomatematika dan Pembelajaran Kontekstual” pada Selasa (24/06/2025). Agenda akademik yang penuh wawasan ini menjadi jembatan strategis bagi para calon pendidik untuk mengawinkan warisan tradisi lokal dengan pendekatan eksakta modern yang relevan.
Di era Society 5.0, pembelajaran matematika dituntut untuk tidak sekadar berkutat pada rumus abstrak di atas kertas, melainkan harus menyentuh akar kehidupan siswa. Melalui kajian etnomatematika, mahasiswa didorong untuk jeli mengidentifikasi pola-pola logis pada artefak budaya—seperti simetri pada motif batik, geometri pada arsitektur bangunan bersejarah, hingga probabilitas dalam permainan tradisional. Pemahaman kontekstual ini kemudian dikonversi menjadi media pembelajaran yang secara kuat bercirikan matematika realistik. Hasilnya, angka dan ruang tidak lagi menjadi subjek yang menakutkan, melainkan materi yang hidup, bermakna, dan sangat dekat dengan keseharian peserta didik.
Lebih dari sekadar kajian budaya, Studium Generale ini dirancang sebagai inkubator untuk memantik dan menajamkan jiwa edupreneurship (kewirausahaan pendidikan) para mahasiswa. Calon guru ditantang untuk memanfaatkan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam menciptakan produk edukasi—seperti modul digital interaktif atau aplikasi permainan berbasis budaya lokal—yang memiliki nilai jual dan daya saing global. Langkah progresif ini selaras dengan peta jalan prodi menuju rekognisi di panggung internasional pada tahun 2033. Istimewanya, seluruh upaya pelestarian budaya dan inovasi ini senantiasa dibingkai erat oleh keluhuran nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah an Nahdliyah. Prinsip menjaga tradisi luhur sembari terus berinovasi demi kemaslahatan (al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadid al-ashlah) menjadi kompas utama dalam setiap penciptaan karya.
Rayinda Aseti Prafianti, M.Pd., selaku Dosen Pembina yang mengawal intensif diskursus akademik ini, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme mahasiswa dalam mengeksplorasi ruang temu antara matematika dan kebudayaan.
“Etnomatematika adalah bukti sahih bahwa ilmu logika dan kebudayaan dapat bersinergi secara menawan. Melalui Studium Generale ini, kami berupaya mencetak pendidik yang tidak hanya mahir berinovasi dengan Iptek, tetapi juga memiliki akar identitas budaya dan spiritualitas Aswaja yang kuat. Saya sangat optimis, dengan jiwa edupreneurship yang terus diasah, mahasiswa Pendidikan Matematika Unisla mampu mentransformasi kekayaan etnomatematika Nusantara menjadi karya media pembelajaran realistik yang prestisius dan diakui hingga ke kancah internasional,” tegas Rayinda dengan penuh keyakinan.
Kajian kontekstual ini diharapkan menjadi pelecut inspirasi bagi para mahasiswa untuk terus merawat kearifan lokal, mengubahnya menjadi instrumen edukasi modern yang mencerdaskan sekaligus menguatkan karakter bangsa.
Apakah Anda sosok generasi muda yang bangga akan kekayaan budaya Nusantara, tanggap terhadap teknologi, dan bercita-cita menjadi inovator pendidikan berjiwa edupreneur tanpa meninggalkan keanggunan nilai-nilai spiritual keislaman? Jangan biarkan bakat emas Anda hanya menjadi angan! Segera daftarkan diri Anda dan jadilah bagian dari keluarga besar Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla. Mari bersama-sama kita merangkai budaya dan logika menjadi mahakarya, dari Lamongan untuk kemajuan peradaban dunia!
Tags: #Etnomatematika #PembelajaranKontekstual #PendidikanMatematikaUnisla #FKIPUnisla #Edupreneurship #MatematikaRealistik #InovasiIptek #AswajaAnNahdliyah #PendidikMasaDepan #UnislaMendunia
