Berita FKIP Terkini

PPK Ormawa FKIP Unisla Gelar Program “Cerdik” Bersama Akang Antar: Peluang Cuan dari HP untuk Generasi Milenial dan UMKM Desa Gambuhan! Yuk Bergabung ke FKIP Unisla!

WhatsApp-Image-2024-09-23-at-08.51.17
Berita

PPK Ormawa FKIP Unisla Gelar Program “Cerdik” Bersama Akang Antar: Peluang Cuan dari HP untuk Generasi Milenial dan UMKM Desa Gambuhan! Yuk Bergabung ke FKIP Unisla!

Lamongan – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) kembali mengadakan kegiatan inspiratif untuk masyarakat. Pada tanggal 21 September 2024, program bertajuk Cerdik (Cerdas Digital Masa Kini) bekerja sama dengan owner Akang Antar, sebuah bisnis jasa antar lokal Lamongan, mengusung tema “Cuan dari HP.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital generasi milenial dan penggiat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Gambuhan.

Program Cerdik ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mempelajari cara menghasilkan pendapatan melalui platform digital seperti Shopee. Beberapa topik menarik yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi Shopee Seller, Shopee Live, Desain Grafis, Affiliate, dan Dropshipper. Program ini sangat relevan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan teknologi digital untuk mendapatkan penghasilan tambahan atau bahkan memulai usaha dari rumah hanya dengan menggunakan ponsel.

Mukhtarul Anam, M.Pd., dosen pembina lapangan program ini, mengungkapkan bahwa program Cerdik dihadirkan sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat Desa Gambuhan dalam menghadapi era digital. “Di era yang serba digital ini, siapa pun bisa mendapatkan penghasilan hanya dengan ponsel. Dengan pelatihan ini, kami berharap masyarakat terutama generasi milenial dan pelaku UMKM dapat semakin cerdas dalam memanfaatkan peluang digital yang ada,” jelas Mukhtarul Anam.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., juga turut hadir dalam pembukaan acara ini dan memberikan motivasi kepada peserta. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa dan kampus dalam membantu meningkatkan kapasitas masyarakat. Kami di FKIP Unisla berkomitmen untuk terus mengadakan program-program pemberdayaan seperti ini. Saya harap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk memajukan usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pelatihan menjadi Shopee Seller. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara membuka toko online di Shopee, cara mengelola produk, hingga strategi meningkatkan penjualan. Peserta yang sebagian besar generasi milenial terlihat sangat antusias, terutama saat pembicara membahas trik sukses menjalankan bisnis di marketplace.

Selain itu, topik Shopee Live juga mendapat sambutan hangat. Peserta diberikan pelatihan tentang bagaimana melakukan siaran langsung di Shopee untuk mempromosikan produk secara interaktif. Shopee Live dinilai sebagai salah satu cara efektif untuk meningkatkan penjualan secara real-time, dan banyak peserta yang tertarik untuk mencoba fitur ini.

Bukan hanya itu, peserta juga mendapatkan wawasan tentang Desain Grafis yang berguna untuk membuat konten visual menarik sebagai bagian dari strategi pemasaran digital. Tim dari Akang Antar memberikan tutorial praktis cara membuat desain grafis menggunakan aplikasi yang mudah diakses, bahkan hanya dengan HP. Ini tentu sangat berguna bagi pengusaha UMKM yang ingin membuat konten promosi sendiri tanpa harus menyewa jasa desainer profesional.

Salah satu peserta, seorang pemilik usaha UMKM di Desa Gambuhan, mengatakan bahwa ia merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. “Saya sekarang lebih paham cara membuat toko online di Shopee dan bagaimana menarik pelanggan. Pelatihan ini benar-benar memberikan ilmu yang bisa langsung saya terapkan untuk mengembangkan usaha saya,” ungkapnya dengan antusias.

Tidak hanya itu, program ini juga membahas potensi besar dari bisnis Affiliate dan Dropshipper. Peserta diajak untuk memanfaatkan jaringan online tanpa harus memiliki stok barang sendiri. Dengan modal minim, mereka bisa menjalankan bisnis affiliate marketing atau menjadi dropshipper produk orang lain. Kesempatan ini sangat cocok bagi mereka yang ingin memulai usaha tapi terkendala modal besar.

Kusumaningtyas, ketua tim PPK Ormawa, menegaskan bahwa program Cerdik merupakan langkah strategis untuk mendorong masyarakat Desa Gambuhan lebih siap menghadapi persaingan di era digital. “Melalui program ini, kami ingin para peserta, terutama generasi muda, dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam dunia digital, sehingga bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Mukhtarul Anam, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FKIP Unisla untuk tidak hanya berfokus pada pendidikan formal di dalam kampus, tetapi juga berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat. “FKIP Unisla selalu berupaya menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, seperti Cerdik ini yang memberikan solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital,” tambahnya.

Program Cerdik pun diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada para narasumber tentang berbagai hal seputar bisnis digital dan peluang penghasilan dari HP. Semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini membuktikan bahwa banyak yang tertarik untuk mencoba peruntungan di dunia digital.

Bagi Anda yang ingin terus mendapatkan ilmu bermanfaat dan turut serta dalam program-program pemberdayaan masyarakat, FKIP Unisla adalah tempat yang tepat. Ayo bergabung dengan FKIP Unisla dan jadilah bagian dari generasi cerdas digital yang siap menghadapi tantangan masa depan!

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terjemahkan »