Tingkatkan Literasi Sains dan Daya Nalar Kritis, prodi pendidikan IPA UNISLA Sukses Gelar Pelatihan ONMIPA-PT Bidang Biologi 2025
Tingkatkan Literasi Sains dan Daya Nalar Kritis, prodi pendidikan IPA UNISLA Sukses Gelar Pelatihan ONMIPA-PT Bidang Biologi 2025
LAMONGAN — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) terus berkomitmen mencetak calon pendidik sains yang unggul dan berdaya saing tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Persiapan Seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) Tahun 2025. Kegiatan pembinaan akademik yang sangat prestisius ini secara khusus diinisiasi oleh prodi pendidikan IPA untuk mengasah ketajaman nalar mahasiswa pada bidang Biologi. Pelatihan intensif ini dilaksanakan secara tatap muka pada hari Rabu, tanggal 19 Maret 2025, yang bertempat di Ruang Kelas 2.1 Gedung Pascasarjana UNISLA. Rangkaian acara yang sarat akan dialektika kritis ini menyasar kelompok mahasiswa aktif yang memiliki minat dan rekam jejak akademik yang baik dalam mata kuliah rumpun biologi dasar.

Agenda pelatihan ini tidak sekadar dirancang untuk mengejar perolehan medali dalam kompetisi, melainkan sebagai wadah strategis untuk merekonstruksi pemahaman fundamental mahasiswa terkait konsep biologi tingkat lanjut. Pendekatan yang digunakan dalam kelas sangat berbeda dengan format ceramah konvensional karena peserta langsung diposisikan sebagai pemecah masalah melalui model Problem-Based Learning. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya menghafal siklus biokimia atau taksonomi secara buta, tetapi juga mampu menerjemahkan fenomena hayati kompleks menggunakan kerangka logika yang adaptif. Metode Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) menjadi roh utama dalam pelatihan ini guna menjembatani abstraksi konsep sains dengan realitas fisik yang bisa diamati secara langsung. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu meruntuhkan miskonsepsi yang sering terjadi dan membangun fondasi pemecahan masalah berkarakteristik Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang terstruktur.
Keberhasilan transmisi ilmu dalam pelatihan ini sangat ditunjang oleh kehadiran dua akademisi pakar, yakni Agus Santoso, M.Pd., dan Siska Ayu Wulandari. Agus Santoso, M.Pd., yang juga bertindak sebagai Ketua Pelaksana, berfokus membedah kerangka pedagogis serta mengeksplorasi materi fisiologi, metabolisme, dan dinamika biosfer. Sementara itu, Siska Ayu Wulandari secara apik memandu peserta untuk menavigasi materi biologi sel, genetika, biologi molekuler, dan bioinformatika tanpa tersesat dalam kerumitan teori yang abstrak. Sinergi kedua pakar ini memastikan mahasiswa mendapatkan keseimbangan yang sempurna antara kedalaman materi ilmu murni biologi dan kelembutan teknik penyampaian pedagogis. Kolaborasi kepakaran tersebut terbukti ampuh dalam memantik antusiasme mahasiswa untuk terus berdialektika secara kritis dan membongkar anatomi soal olimpiade layaknya ilmuwan sejati.
Selain fokus pada pendalaman materi sains tingkat tinggi, pelatihan ini juga menanamkan kepekaan pedagogis yang menjadi kompetensi mutlak bagi seorang calon guru di masa depan. Mahasiswa dilatih meracik ilmu biologi yang berat menjadi hidangan pembelajaran interaktif yang kelak mudah dicerna oleh siswa di tingkat sekolah menengah. Konsep ini sangat selaras dengan visi Edutechnosciencepreneurship yang terus digaungkan oleh program studi untuk merespons tantangan krisis literasi sains secara global. Para peserta bahkan dirangsang untuk memikirkan peluang komersialisasi purwarupa media edukasi sebagai wujud penerapan jiwa technopreneur di bidang pendidikan. Seluruh proses akademik ini senantiasa dijalankan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kearifan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah yang mengedepankan integritas moral dan tawadhu’ akademik.
Pencapaian luar biasa dari pelatihan ini disambut sangat positif oleh jajaran pimpinan, termasuk Dekan FKIP UNISLA, Moh Nurman, M.Pd., dan Ketua Program Studi, Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd. Untuk menjaga daya ungkit dan keberlanjutan program secara nyata, pihak pengelola telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang sangat jelas dan mengikat bagi seluruh peserta. Mahasiswa ditargetkan mampu menyusun draf desain pembelajaran berbasis teknologi dan memproduksi purwarupa media edukasi yang layak jual dalam waktu beberapa bulan ke depan. Mereka juga diwajibkan untuk mendokumentasikan serta membedah tipe-tipe soal ONMIPA yang akan dikompilasi menjadi repositori bank soal digital milik program studi. Pada puncaknya, sebanyak lima mahasiswa terbaik dari hasil evaluasi ini akan masuk ke dalam program karantina mandiri untuk dipersiapkan secara khusus mewakili kampus di ONMIPA-PT tingkat wilayah.
#ProdiPendidikanIPA #ONMIPAPT2025 #BiologiUNISLA #Edutechnosciencepreneurship #CalonGuruSains