Berita FKIP Terkini

Tingkatkan Budaya Literasi Ilmiah, prodi pendidikan IPA UNISLA Sukses Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Nasional

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Tingkatkan Budaya Literasi Ilmiah, prodi pendidikan IPA UNISLA Sukses Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Jurnal Nasional

LAMONGAN — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu akademik dan budaya literasi di kalangan sivitas akademikanya. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, prodi pendidikan IPA UNISLA baru-baru ini sukses menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah sebagai Luaran Skripsi”. Kegiatan yang dilangsungkan secara luring penuh ini bertempat di Ruang Kelas 2.1 Gedung Pascasarjana UNISLA pada Kamis, 7 Agustus 2025. Acara akademik ini dikonsep dengan format Hybrid Workshop & Coaching Clinic yang interaktif. Tingkat partisipasi dalam acara ini patut diacungi jempol, di mana 27 mahasiswa tingkat akhir beserta 8 dosen tetap program studi hadir untuk saling berdiskusi dan membedah draf artikel ilmiah mereka.

Dekan FKIP UNISLA, Moh Nurman, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas inisiatif prodi pendidikan IPA dalam menyelenggarakan pelatihan ini. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa skripsi mahasiswa tidak seharusnya hanya berakhir sebagai tumpukan dokumen tebal di perpustakaan kampus semata. Melalui publikasi pada jurnal ilmiah yang kredibel, hasil riset mahasiswa dapat diakses oleh masyarakat luas, sehingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan sains di Indonesia. Beliau juga berpesan agar seluruh mahasiswa mampu menjunjung tinggi nilai kejujuran intelektual serta menghindari praktik manipulasi data dan plagiarisme. Integritas inilah yang menurut beliau menjadi nilai pembeda bagi lulusan UNISLA yang senantiasa berlandaskan pada ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Ketua Pelaksana sekaligus narasumber utama, Rizky Rahadian Wicaksono, M.KKK., memandu jalannya sesi pertama dengan membedah secara tajam anatomi sebuah artikel jurnal. Beliau melatih mahasiswa untuk memeras ratusan halaman skripsi menjadi sebuah naskah belasan halaman dengan format standar IMRAD (Introduction, Method, Result, and Discussion). Mahasiswa diajarkan untuk menyaring argumentasi yang bertele-tele dan lebih menyoroti unsur kebaruan (novelty) dari riset mereka agar menarik minat pembaca. Pada sesi selanjutnya, Binar Ayu Dewanti, M.Pd., selaku pemateri kedua, mengambil alih untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis penguasaan software manajemen referensi digital seperti Mendeley dan Zotero. Sesi simulasi digital ini sukses membongkar kebuntuan mahasiswa dalam menata daftar pustaka agar sesuai dengan berbagai variasi gaya selingkung jurnal nasional.

Salah satu momen paling dinamis dalam pelatihan ini adalah ketika sesi coaching clinic partisipatif dimulai pada sore harinya. Dinding pemisah hierarki antara dosen dan mahasiswa seolah runtuh saat mereka membaur dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan peer-review secara objektif. Mahasiswa dengan penuh keberanian mempresentasikan draf artikel mereka ke layar proyektor untuk dikritisi langsung oleh narasumber dan teman sejawatnya. Diskusi-diskusi mikro yang tercipta di setiap sudut ruangan ini berhasil membangun sebuah ekosistem belajar yang egaliter, konstruktif, dan pantang menyerah. Dinamika kelas yang begitu hidup ini membuktikan bahwa mahasiswa prodi pendidikan IPA sebenarnya memiliki kapasitas analitis yang luar biasa jika diberikan ruang fasilitasi yang tepat.

Melihat keberhasilan dan tingginya antusiasme peserta, pihak penyelenggara telah menetapkan serangkaian Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang sangat terukur. Pihak prodi pendidikan IPA menargetkan minimal ada 30 naskah artikel mahasiswa yang berhasil disubmit ke jurnal nasional terindeks minimal Sinta 4 pada awal bulan Oktober 2025 mendatang. Sebelum proses pengiriman dilakukan, seluruh draf tersebut wajib melewati tahap pemindaian ketat menggunakan aplikasi Turnitin untuk memastikan tingkat similaritasnya berada di bawah ambang batas toleransi 20 persen. Rencana ambisius ini diharapkan mampu membangun fondasi rekam jejak publikasi ilmiah program studi yang kokoh. Pada akhirnya, upaya berkelanjutan ini akan sangat membantu program studi dalam meraih rekognisi kualitas keilmuan bertaraf internasional pada tahun 2033 kelak.

#ProdiPendidikanIPA #UNISLA #ArtikelIlmiah #PublikasiNasional #Edutechnosciencepreneurship

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *