Berita FKIP Terkini

Bukan Sekadar Hafal Rumus! Mahasiswa Unisla Asah Seni Regulasi Diri Menuju Pentas Global 2033 Lewat “Mathematics Talk: Diskusi Ilmiah tentang Self-Regulated Learning”

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Bukan Sekadar Hafal Rumus! Mahasiswa Unisla Asah Seni Regulasi Diri Menuju Pentas Global 2033 Lewat “Mathematics Talk: Diskusi Ilmiah tentang Self-Regulated Learning”

fkip.unisla.ac.id, 12 April 2023, 14:15 WIB

Tim Redaksi

LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Keberhasilan menaklukkan matematika tidak melulu soal bakat berhitung, melainkan seni mengelola strategi, waktu, dan mentalitas belajar secara mandiri. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar forum akademik bertajuk “Mathematics Talk: Diskusi Ilmiah tentang Self-Regulated Learning” di Aula Gedung D Kampus Unisla, Rabu (12/4/2023).

Kegiatan ilmiah ini dirancang sebagai wadah pembinaan kapasitas mental dan metakognitif mahasiswa, sekaligus menjadi akselerator strategis perwujudan visi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, yakni menjadi program studi yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Elly Anjarsari, M.Pd., menegaskan bahwa penguasaan Self-Regulated Learning (SRL) adalah fondasi mutlak bagi calon pendidik sebelum mereka mampu melahirkan inovasi iptek dan media pembelajaran realistik di lapangan.

“Untuk menciptakan media pembelajaran matematika realistik yang kontekstual dan berjiwa edupreneurship, mahasiswa terlebih dahulu harus menjadi pembelajar mandiri yang tuntas dengan dirinya sendiri. Mereka harus tahu bagaimana merencanakan target, memilih strategi belajar, hingga mengevaluasi kelemahan konsepnya secara berkala. Tanpa regulasi diri yang kuat, mimpi mencetak lulusan yang berdaya saing di kancah internasional pada tahun 2033 akan sulit terwujud,” papar Elly Anjarsari, M.Pd.

Lebih jauh, Elly mengaitkan konsep regulasi diri ini dengan nilai-nilai luhur keislaman. “Dalam kacamata risalah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, self-regulated learning sesungguhnya adalah manifestasi nyata dari muhasabah (evaluasi diri), ikhtiar terukur, serta istiqamah (konsistensi) dalam menuntut ilmu. Mahasiswa dilatih jujur terhadap proses belajarnya, tidak mudah putus asa saat menghadapi materi rumit, dan senantiasa bertanggung jawab atas kemajuan akademiknya,” imbuhnya.

Hadir sebagai narasumber tunggal, akademisi Pendidikan Matematika Unisla, Dr. Rivatul Ridho Elvierayani, S.Si., M.Pd., membedah siklus utuh self-regulated learning yang mencakup aspek kognitif, metakognitif, motivasi, hingga evaluasi hasil belajar.

“Banyak mahasiswa merasa kesulitan belajar matematika bukan karena materinya mustahil dipahami, melainkan karena minimnya strategi belajar dan ketidakmampuan memonitor pemahaman diri sendiri. Dengan regulasi diri, mahasiswa beralih dari sekadar ‘pendengar pasif’ menjadi pengendali penuh atas proses belajarnya (active learner). Keterampilan inilah yang kelak akan mereka tularkan kepada para siswa saat menjadi guru di kelas,” jelas Dr. Rivatul Ridho di hadapan peserta.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum ilmiah ini. Menurutnya, pembiasaan diskusi ilmiah reflektif sangat sejalan dengan implementasi kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education / OBE) yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, mandiri, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Ketua Panitia Pelaksana, Rayinda Aseti Prafianti, M.Pd., mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab seputar cara mengatasi kecemasan matematika (math anxiety) dan manajemen waktu perkuliahan. Melalui kegiatan ini, diharapkan iklim akademik di FKIP Unisla semakin dinamis, produktif, dan siap mencetak pendidik matematika yang tangguh serta berdaya saing global.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *