Berita FKIP Terkini

Tak Cuma Mahir Berhitung! Mahasiswa Unisla Perkokoh Nalar Komunikasi Menuju Pentas Dunia 2033 Lewat Kuliah Umum “Literasi Bahasa dalam Pendidikan”

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Tak Cuma Mahir Berhitung! Mahasiswa Unisla Perkokoh Nalar Komunikasi Menuju Pentas Dunia 2033 Lewat Kuliah Umum “Literasi Bahasa dalam Pendidikan”

fkip.unisla.ac.id, 15 Desember 2023, 14:30 WIB

Tim Redaksi

LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Anggapan bahwa ranah matematika terpisah dari kecakapan bahasa ditepis oleh Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla). Bersama Himpunan Mahasiswa (Himadika), prodi menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Literasi Bahasa dalam Pendidikan” di Ruang Kelas D2.05 Lantai 2 Gedung D Kampus Unisla, Jumat (15/12/2023).

Kegiatan akademik ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat fondasi keilmuan mahasiswa untuk mendukung ketercapaian visi besar program studi, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana, Elly Anjarsari, M.Pd., menyampaikan bahwa literasi bahasa merupakan kunci pembuka pemahaman dalam pembelajaran matematika realistik.

“Banyak peserta didik di sekolah mengalami kesulitan menyelesaikan soal pemecahan masalah atau soal cerita bukan karena tidak bisa berhitung, melainkan karena rendahnya kemampuan memahami teks konteks yang disajikan. Dalam matematika realistik, permasalahan dunia nyata dinarasikan melalui bahasa. Tanpa literasi bahasa yang kokoh, proses matematisasi tidak akan berjalan optimal,” jelas Elly Anjarsari, M.Pd. di hadapan para peserta kuliah umum.

Elly menegaskan bahwa penguasaan literasi bahasa dan teks digital sangat krusial dalam mendukung pilar edupreneurship serta target internasionalisasi 2033. “Calon guru matematika dituntut mampu mengemas narasi media ajar interaktif, menulis buku teks, merancang modul, hingga mempublikasikan gagasan iptek pendidikannya ke forum global. Seluruh kecakapan bertutur dan menulis ini dibingkai oleh risalah Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, yang menjunjung etika tabligh (penyampaian yang jelas dan jujur), santun dalam bernalar, serta berorientasi pada penyebaran ilmu yang membawa manfaat luas bagi masyarakat,” imbuhnya.

Dalam sesi kuliah umum, pemateri memaparkan konsep literasi modern yang tidak terbatas pada aktivitas membaca dan menulis mekanis, melainkan mencakup analisis kritis, interpretasi teks digital, sintesis informasi, dan komunikasi gagasan secara sistematis. Para mahasiswa diajak mengeksplorasi strategi integrasi literasi ke dalam mata pelajaran eksakta, seperti penugasan menulis reflektif berbasis masalah hingga pemanfaatan media digital sebagai sumber belajar kontekstual.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas konsistensi prodi dalam menghadirkan tema-tema interdisipliner yang memperkaya kompetensi mahasiswa. Menurutnya, guru matematika masa depan harus memiliki kompetensi komunikasi yang unggul agar mampu menyederhanakan ide-ide matematis yang kompleks menjadi penjelasan yang ramah dan inspiratif bagi siswa.

Sekretaris Panitia, Ravinda Aseti Prafianti, M.Pd., mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi selama sesi diskusi interaktif, khususnya saat mengulas kendala rendahnya minat baca siswa di era gempuran media sosial. Menindaklanjuti kegiatan ini, prodi berencana membentuk komunitas literasi dan kajian terpadu guna membiasakan mahasiswa merancang instrumen pembelajaran matematika yang kaya muatan literasi kontekstual.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *