Tak Cukup Modal IPK! 150 Calon Pendidik Unisla Ditempa Jadi Pemimpin dan Edupreneur Global Lewat Kuliah Umum “Leadership and Career Development”
Tak Cukup Modal IPK! 150 Calon Pendidik Unisla Ditempa Jadi Pemimpin dan Edupreneur Global Lewat Kuliah Umum “Leadership and Career Development”
fkip.unisla.ac.id, 29 Mei 2024, 14:15 WIB
Tim Redaksi
LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Menghadapi era disrupsi digital dan pasar kerja global yang kompetitif, indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi bukan lagi satu-satunya jaminan kesuksesan lulusan perguruan tinggi. Menjawab kebutuhan dunia kerja akan keseimbangan antara keahlian teknis (hard skills) dan kecakapan interpersonal (soft skills), Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) bersama Himpunan Mahasiswa (Himadika) menggelar forum pembekalan intensif bertajuk Kuliah Umum “Leadership and Career Development” di Aula Gedung A Kampus Unisla, Rabu (29/5/2024).
Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh 150 mahasiswa aktif lintas angkatan—mulai dari mahasiswa tingkat awal, madya, hingga angkatan akhir yang bersiap memasuki masa transisi menuju dunia profesional.

Agenda strategis ini dirancang sebagai instrumen akselerasi visi besar program studi, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Rahma Febriyanti, M.Pd., menegaskan bahwa jiwa kepemimpinan (leadership) dan perencanaan karier yang matang merupakan kompas utama bagi mahasiswa dalam mengonversi keilmuan matematika menjadi karya yang bernilai jual tinggi.
“Menuju visi internasional tahun 2033, sarjana pendidikan matematika Unisla tidak hanya dipersiapkan menjadi guru pengajar di kelas, melainkan pemimpin perubahan dan inovator di bidang pendidikan. Mahasiswa harus memiliki daya kepemimpinan yang tangguh untuk memimpin riset iptek pembelajaran, merintis peluang edupreneurship berbasis media pembelajaran matematika realistik, serta mampu memetakan masa depan karier mereka secara terarah di panggung global,” ujar Rahma Febriyanti, M.Pd. di lokasi acara.
Lebih jauh, Rahma menekankan bahwa spirit kepemimpinan yang ditanamkan wajib berakar kokoh pada nilai-nilai risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. “Kepemimpinan dalam kacamata Aswaja adalah amanah dan pelayanan (sayyidul qaumi khadimuhum). Kami mencetak calon pemimpin muda yang berintegritas (shiddiq), tepercaya (amanah), komunikatif (tabligh), dan cerdas bernalar (fathanah), sehingga kelak mampu menghadirkan kepemimpinan yang adil dan membawa maslahat bagi masyarakat luas,” tambahnya.
Sesi kuliah umum berlangsung sangat dinamis dan interaktif melalui kombinasi pemaparan studi kasus riil industri, survei langsung (live polling), serta bedah tren pasar kerja masa kini. Para peserta diajak membedah strategi transisi dari bangku kuliah menuju lingkungan korporat maupun institusi pendidikan, kiat membangun jejaring profesional (networking), serta pentingnya adaptabilitas dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.
Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kuliah umum ini. Menurutnya, kegiatan pembekalan karier dan kepemimpinan sangat krusial dalam mendukung ketercapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada indikator kesiapan lulusan memperoleh pekerjaan yang layak serta berdaya saing tinggi.
Ketua Panitia Pelaksana, Rivatul Ridho Elvierayani, S.Si., M.Pd., didampingi Sekretaris Panitia, Ravinda Aseti Prafianti, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlanjut secara berkesinambungan. Sebagai rencana tindak lanjut, prodi dan ormawa akan menyusun rangkuman materi dalam bentuk e-book panduan karier digital serta memfasilitasi program turunan praktis seperti kelas bimbingan karier (career mentoring) dan simulasi wawancara kerja (mock interview) bagi mahasiswa tingkat akhir.