BEM FKIP Unisla Luncurkan Program PPK Ormawa di Desa Gambuhan: Wujudkan CEMERLANG, Ayo Bergabung dan Berkontribusi di FKIP Unisla!
BEM FKIP Unisla Luncurkan Program PPK Ormawa di Desa Gambuhan: Wujudkan CEMERLANG, Ayo Bergabung dan Berkontribusi di FKIP Unisla!
Lamongan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) resmi membuka Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) pada tanggal 6 September 2024. Program ini merupakan hasil dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi. Dengan mengusung judul “Mewujudkan Desa Gambuhan CEMERLANG (Cerdas, Merata, Gemilang) melalui Pojok Literasi berbasis SDGs dalam Pengembangan dan Optimalisasi Soft Skills Masyarakat”, program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan soft skills masyarakat Desa Gambuhan.
Acara pembukaan yang digelar di Desa Gambuhan dihadiri oleh jajaran pimpinan FKIP Unisla, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan ini, menyampaikan harapannya agar program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat desa. “Program ini adalah wujud nyata dari peran mahasiswa dalam membangun desa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek pendidikan dan pengembangan keterampilan masyarakat,” ujar Nurman.

Ketua tim PPK Ormawa, Kusumaningtyas, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Program CEMERLANG di Desa Gambuhan ini berfokus pada peningkatan literasi masyarakat melalui Pojok Literasi. Pojok Literasi ini akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi anak-anak dan masyarakat desa, sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan soft skills seperti kemampuan berkomunikasi, kerjasama, dan kepemimpinan.
“Kami percaya, dengan mengoptimalkan potensi masyarakat melalui pendidikan dan keterampilan, Desa Gambuhan akan semakin maju dan merata dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Program ini juga akan membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” tambah Kusumaningtyas. Dia juga berharap, kehadiran mahasiswa dalam program ini dapat membentuk kolaborasi yang harmonis antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat desa.
Program PPK Ormawa yang dilaksanakan oleh BEM FKIP Unisla ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan, dengan berbagai kegiatan yang telah dirancang secara matang. Beberapa di antaranya adalah kelas literasi, pelatihan soft skills, serta pengembangan perpustakaan desa sebagai pusat literasi berbasis digital. Selain itu, program ini juga melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator dalam setiap sesi pelatihan.
Dalam sambutannya, Moh. Nurman, M.Pd., juga menyampaikan pentingnya peran mahasiswa FKIP dalam pengembangan desa. “Mahasiswa FKIP Unisla bukan hanya calon pendidik yang cerdas, tetapi juga calon pemimpin masa depan yang mampu menggerakkan perubahan di masyarakat. Program PPK Ormawa ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa dapat berkontribusi secara langsung dalam pembangunan desa,” kata Nurman.
Pojok Literasi yang digagas melalui program ini diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan akses pendidikan di Desa Gambuhan. Dengan konsep pojok baca yang ramah anak dan berbasis digital, diharapkan minat baca masyarakat meningkat, khususnya di kalangan anak-anak. Tak hanya itu, masyarakat dewasa juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan literasi yang dikembangkan dalam program ini.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam Pojok Literasi adalah penggunaan teknologi informasi untuk memperluas akses pengetahuan. Dalam program ini, BEM FKIP Unisla juga menyediakan pelatihan dasar teknologi informasi untuk masyarakat desa, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk pendidikan maupun ekonomi.
Kegiatan ini tidak hanya diharapkan memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi Desa Gambuhan. “Melalui program CEMERLANG ini, kami ingin menciptakan generasi masyarakat yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Kusumaningtyas, menutup sambutannya.
Dengan peluncuran PPK Ormawa ini, FKIP Unisla menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan masyarakat melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. “Kami mengundang generasi muda bergabung bersama FKIP Unisla untuk berkontribusi dalam program-program pengembangan masyarakat. Jadilah bagian dari perubahan dan bersama-sama kita wujudkan masa depan pendidikan yang lebih baik,” ajak Moh. Nurman, M.Pd., dengan penuh semangat.
Program PPK Ormawa FKIP Unisla ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan masyarakat desa yang berkelanjutan. FKIP Unisla terus berkomitmen untuk melahirkan pendidik yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial yang positif bagi lingkungan sekitar.
