Berita FKIP Terkini

PPK Ormawa FKIP Unisla Gelar Pelatihan “Celokan” Bersama ASOILA: Meningkatkan Kecerdasan Pengolahan Ikan untuk Ibu-Ibu Desa Gambuhan, Yuk Bergabung ke FKIP Unisla!

WhatsApp-Image-2024-09-23-at-08.49.001
Berita

PPK Ormawa FKIP Unisla Gelar Pelatihan “Celokan” Bersama ASOILA: Meningkatkan Kecerdasan Pengolahan Ikan untuk Ibu-Ibu Desa Gambuhan, Yuk Bergabung ke FKIP Unisla!

Lamongan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa). Pada tanggal 2 September 2024, PPK Ormawa bekerja sama dengan Asosiasi Olahan Ikan Lamongan (ASOILA) menggelar pelatihan Celokan (Cerdas Pengolahan Ikan) di Desa Gambuhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya untuk meningkatkan keterampilan ekonomi masyarakat desa.

Pelatihan Celokan ini melibatkan ibu-ibu di lingkungan Desa Gambuhan dan Program Pengembangan Kapasitas (PPK) Desa Gambuhan. Dipimpin oleh dosen pembina lapangan, Mukhtarul Anam, M.Pd., kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu rumah tangga dalam mengolah ikan menjadi produk bernilai tambah yang siap dipasarkan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, terutama dalam memanfaatkan potensi perikanan yang ada di Lamongan,” ujar Mukhtarul Anam, M.Pd.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi Unisla dalam membangun kolaborasi antara kampus dan masyarakat. “Kami ingin FKIP Unisla tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi penggerak dalam pengembangan ekonomi kreatif di desa-desa, terutama melalui program-program yang memberdayakan masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ibu-ibu peserta pelatihan diajarkan berbagai teknik pengolahan ikan, mulai dari pembuatan abon ikan, keripik ikan, hingga inovasi produk olahan lainnya yang memiliki nilai jual tinggi. Ketua tim PPK Ormawa, Kusumaningtyas, menjelaskan bahwa pelatihan ini juga menekankan pentingnya pengelolaan bisnis dan pemasaran produk. “Kami ingin memastikan ibu-ibu tidak hanya mampu mengolah ikan, tetapi juga bisa memasarkan produk olahannya secara lebih luas, baik di pasar lokal maupun online,” jelas Kusumaningtyas.

Tak hanya pelatihan pengolahan ikan, tindak lanjut dari kegiatan ini diadakan pada tanggal 6 September 2024 bersama BUMDes Gambuhan. Dalam pertemuan ini, dibahas strategi pengembangan usaha dan pemasaran produk hasil pelatihan. Kerjasama dengan BUMDes ini diharapkan dapat memberikan dukungan lebih dalam hal distribusi dan penjualan produk olahan ikan yang dihasilkan oleh ibu-ibu Desa Gambuhan.

Mukhtarul Anam, M.Pd., sebagai dosen pembina lapangan, menegaskan bahwa tindak lanjut ini adalah bagian penting dari keberlanjutan program pelatihan. “Kami tidak ingin pelatihan ini berhenti begitu saja, tetapi harus ada kesinambungan dalam bentuk dukungan usaha dan akses pasar bagi produk-produk yang dihasilkan,” ungkapnya. Kerja sama dengan BUMDes Gambuhan diharapkan mampu membuka jalan bagi pengembangan usaha kecil yang dikelola oleh ibu-ibu di desa tersebut.

Para peserta pelatihan mengaku sangat antusias dengan kegiatan ini. Mereka merasa terbantu dalam memahami teknik-teknik pengolahan ikan yang sebelumnya belum pernah mereka coba. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah pengetahuan, kami juga lebih percaya diri untuk memulai usaha kecil-kecilan,” kata salah satu peserta.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus terlibat dalam pemberdayaan masyarakat. “Mahasiswa FKIP Unisla harus bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui program seperti Celokan, mereka belajar berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Program Celokan dan tindak lanjut pelatihan bersama BUMDes Gambuhan menjadi salah satu contoh konkrit bagaimana kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat dapat memberikan dampak positif. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa FKIP Unisla berkomitmen tidak hanya dalam hal pengembangan pendidikan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi dalam program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat, FKIP Unisla adalah tempat yang tepat. Bergabunglah bersama FKIP Unisla dan jadilah bagian dari perubahan positif di sekitar kita!

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terjemahkan »