Berita FKIP Terkini

FKIP Unisla Gelar PKKMB 2024 dengan Tema Edupreneurship Berbasis Kearifan Lokal

WhatsApp-Image-2024-09-12-at-10.55.09
Berita

FKIP Unisla Gelar PKKMB 2024 dengan Tema Edupreneurship Berbasis Kearifan Lokal

Lamongan – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada 4-5 September 2024. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari tiga program studi, yaitu Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan IPA, mengusung tema “Edupreneurship Berbasis Kearifan Lokal untuk Pembangunan Pendidikan.”

Acara PKKMB ini dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP, Moh. Nurman, M.Pd., yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengembangan pendidikan. “Kita perlu melestarikan dan memanfaatkan kearifan lokal sebagai basis dalam membangun pendidikan yang berkelanjutan. Edupreneurship yang berbasis pada potensi lokal akan menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Selama dua hari, para mahasiswa baru diberikan berbagai materi yang bertujuan untuk mengenalkan lingkungan kampus dan memberikan pemahaman tentang peran mereka sebagai calon pendidik yang juga dapat mengembangkan potensi kewirausahaan berbasis lokal. Moh. Arifin, M.Pd., selaku pemateri utama, membawakan materi tentang pentingnya edupreneurship dalam dunia pendidikan dan bagaimana mengembangkan jiwa wirausaha sejak dini.

Dalam sesi materi pertama, Moh. Arifin menekankan bahwa konsep edupreneurship tidak hanya terkait dengan bisnis pendidikan, tetapi juga bagaimana seorang guru mampu memanfaatkan sumber daya lokal untuk menciptakan inovasi dalam proses pembelajaran. Ia juga menyoroti peran teknologi dalam memperkuat potensi kearifan lokal di era digital. “Pendidikan saat ini harus beradaptasi dengan teknologi, namun tetap harus menjaga identitas budaya lokal,” jelasnya.

Selain itu, mahasiswa baru diajak untuk memahami pentingnya kearifan lokal dalam konteks pendidikan. Dalam berbagai sesi diskusi, peserta PKKMB diajak mengeksplorasi contoh-contoh konkret dari berbagai daerah yang telah berhasil mengintegrasikan kearifan lokal dalam sistem pendidikan mereka. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi lokal di tempat mereka masing-masing.

Di hari kedua, kegiatan berfokus pada pengembangan soft skills yang dibutuhkan oleh seorang pendidik sekaligus wirausahawan di bidang pendidikan. Mahasiswa baru dibimbing untuk membangun mindset kreatif dan inovatif yang dapat diterapkan baik dalam dunia pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Sesi ini berlangsung interaktif dengan adanya berbagai simulasi dan role-play yang menarik.

Kegiatan PKKMB tahun ini juga memberikan penekanan pada kolaborasi antarprogram studi. Mahasiswa dari Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan IPA diajak untuk bekerja sama dalam proyek-proyek kecil yang menggabungkan elemen kewirausahaan dan kearifan lokal. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk melatih kemampuan bekerja dalam tim lintas disiplin yang penting dalam dunia pendidikan saat ini.

Acara ini juga menghadirkan beberapa alumni FKIP yang telah sukses mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal di bidang pendidikan. Mereka berbagi pengalaman tentang tantangan dan peluang yang dihadapi, serta memberikan motivasi kepada mahasiswa baru untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam dunia pendidikan.

Acara PKKMB diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Banyak mahasiswa baru yang antusias menanyakan tentang cara memulai usaha berbasis lokal serta bagaimana mengintegrasikan konsep tersebut dalam pembelajaran. Antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti kegiatan ini menunjukkan besarnya minat mereka terhadap tema yang diusung.

Dengan berakhirnya kegiatan PKKMB ini, diharapkan mahasiswa baru FKIP Unisla dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan, serta mampu mengembangkan potensi lokal melalui konsep edupreneurship yang kreatif dan inovatif.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *