Pelatihan Persiapan ONMIPA Biologi Perkuat Kompetensi dan Daya Saing Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA
Pelatihan Persiapan ONMIPA Biologi Perkuat Kompetensi dan Daya Saing Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA
LAMONGAN – Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Lamongan menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Seleksi ONMIPA Perguruan Tinggi Tingkat Prodi Bidang Biologi Tahun 2023 pada Selasa, 6 Desember 2022. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Perkuliahan FKIP Universitas Islam Lamongan ini ditujukan bagi mahasiswa aktif Prodi Pendidikan IPA yang memiliki minat dan kemampuan pada bidang biologi. Peserta berasal dari perwakilan mahasiswa lintas angkatan yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk memperdalam keilmuan biologi sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional. Pelatihan ini penting untuk memperkuat kemampuan analitis mahasiswa dalam menghadapi soal biologi berstandar tinggi, sekaligus membangun budaya akademik yang kompetitif di lingkungan program studi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Prodi Pendidikan IPA dalam menyiapkan calon pendidik sains yang unggul secara intelektual, inovatif, dan berkarakter.
Pelaksanaan pelatihan dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat penguasaan biologi mahasiswa secara komprehensif, mulai dari tingkat sel hingga ekosistem. Kompetensi tersebut diperlukan karena persiapan menghadapi ONMIPA tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menghafal konsep, tetapi membutuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah. Program Studi Pendidikan IPA juga memandang kegiatan ini sebagai sarana untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan biologi modern yang semakin terhubung dengan teknologi dan inovasi. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diarahkan untuk memahami biologi sebagai ilmu yang dapat dikembangkan menjadi solusi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun suasana akademik yang mendukung peningkatan prestasi dan kesiapan mahasiswa menghadapi kompetisi keilmuan tingkat nasional.

Pelatihan menghadirkan Agus Santoso, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber sekaligus fasilitator utama kegiatan. Materi disampaikan melalui penyamaan persepsi kompetensi ONMIPA, pre-test diagnostik, pembahasan materi, diskusi kasus, problem solving, simulasi kompetisi, rapid post-test, dan refleksi hasil kegiatan. Peserta mendalami berbagai topik biologi yang meliputi biologi sel, genetika, biologi molekuler, bioinformatika, bioteknologi, fisiologi, metabolisme, perilaku, biosistematika, evolusi, keanekaragaman hayati, dan ekologi. Proses pembelajaran dirancang secara interaktif dengan mendorong mahasiswa menganalisis soal, menyampaikan argumentasi, dan memecahkan permasalahan berdasarkan konsep serta bukti ilmiah. Antusiasme peserta terlihat dari dinamika diskusi yang tinggi dan keterlibatan mahasiswa dalam membangun argumentasi selama proses pembelajaran berlangsung.
Ketua Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan, Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd., memberikan arahan dalam pembukaan kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya pembinaan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan. Dalam konteks kegiatan ini, pembinaan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi seleksi ONMIPA, tetapi juga untuk membentuk kemampuan berpikir ilmiah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran dan penelitian. Mahasiswa didorong agar mampu memahami persoalan biologi secara mendalam serta mengembangkan kemampuan menganalisis permasalahan secara sistematis. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang tidak hanya siap berkompetisi, tetapi juga mampu menjadi pendidik IPA yang memiliki kemampuan akademik dan karakter yang kuat. Melalui pembinaan yang konsisten, Prodi Pendidikan IPA berkomitmen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi terbaiknya di bidang sains.
Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kemampuan mahasiswa dalam menghadapi persoalan biologi yang membutuhkan analisis tingkat tinggi dan pemecahan masalah. Hasil evaluasi menunjukkan 98 persen peserta memberikan penilaian positif terhadap kedalaman analisis pemateri dalam membedah soal HOTS, sementara 92 persen menilai kemampuan fasilitasi diskusi dan problem solving berada pada kategori sangat baik. Sebanyak 95 persen peserta juga menilai kesesuaian materi dengan silabus ONMIPA Biologi tingkat nasional berada pada kategori sangat baik. Selain penguatan kompetensi akademik, kegiatan ini mendorong mahasiswa membangun budaya belajar kolaboratif, meningkatkan keberanian berdiskusi, serta memperkuat ketertarikan terhadap penelitian dan pengembangan gagasan berbasis biologi. Pelatihan juga memberikan fondasi bagi mahasiswa untuk menghubungkan keilmuan biologi dengan teknologi bioinformatika dan peluang inovasi bioteknologi yang memiliki nilai guna bagi masyarakat.
Kegiatan ini secara langsung mendukung visi Program Studi Pendidikan IPA, yaitu “Mengembangkan program studi Pendidikan IPA yang Unggul dalam mengintegrasikan pembelajaran dan keilmuan IPA berbasis Edutechnosciencepreneurship dengan berlandaskan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah tingkat Internasional Tahun 2033.” Dimensi Edu diwujudkan melalui pembelajaran yang interaktif dan investigatif, sehingga mahasiswa tidak hanya menerima informasi tetapi dilatih membangun pemahaman dan argumentasi ilmiah. Dimensi Techno diperkuat melalui pengenalan bioinformatika, pemodelan visual, dan pemanfaatan teknologi dalam memahami fenomena biologi modern. Dimensi Science tampak pada penguatan kompetensi biologi dari tingkat seluler hingga ekosistem, sedangkan dimensi Preneurship dikembangkan melalui pembahasan potensi penerapan bioteknologi dan ilmu biologi untuk menghasilkan inovasi bernilai guna. Seluruh proses tersebut dipadukan dengan nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah, terutama melalui penekanan pada keseimbangan, kejujuran akademik, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan integritas dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Sebagai langkah keberlanjutan, Program Studi Pendidikan IPA menyiapkan pendampingan lanjutan melalui empat kali sesi pembinaan yang berfokus pada Biologi Sel, Genetika, Fisiologi, dan Ekologi. Prodi juga merencanakan try out komprehensif berbasis Computer Based Test dengan target minimal 75 persen peserta mencapai passing grade internal. Selain itu, peserta diarahkan menghasilkan sedikitnya dua draf proposal PKM bidang Riset Eksakta yang mengintegrasikan bioteknologi atau fisiologi dengan konsep Edutechnosciencepreneurship. Program studi juga menargetkan workshop praktikal di laboratorium komputer untuk memperkenalkan perangkat lunak analisis sekuens genetik kepada delegasi biologi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan tersebut, Prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan terus membuka ruang bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi di bidang pendidikan, sains, teknologi, dan inovasi untuk tumbuh menjadi generasi pendidik dan ilmuwan yang unggul serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.