Pelatihan Persiapan Seleksi ONMIPA Kimia Tingkatkan Daya Analitis dan Kesiapan Kompetisi Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA
Pelatihan Persiapan Seleksi ONMIPA Kimia Tingkatkan Daya Analitis dan Kesiapan Kompetisi Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA
LAMONGAN – Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Lamongan menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Seleksi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA PT) Tingkat Prodi Bidang Kimia Tahun 2023 pada Rabu, 7 Desember 2022. Kegiatan ini diikuti 35 mahasiswa unggulan Program Studi Pendidikan IPA dari semester 3, 5, dan 7 yang memenuhi kualifikasi akademik serta memiliki minat kuat pada bidang ilmu kimia. Pelatihan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan penguasaan konsep, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan mahasiswa menghadapi seleksi ONMIPA tingkat wilayah dan nasional. Kegiatan ini juga menjadi sarana penjaringan talenta mahasiswa untuk dipersiapkan sebagai calon delegasi terbaik program studi. Melalui pelatihan tersebut, Program Studi Pendidikan IPA FKIP UNISLA berupaya membangun budaya akademik yang kompetitif, inovatif, dan berorientasi pada prestasi.
Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan penguasaan ilmu kimia sebagai bagian fundamental dari keilmuan IPA. Kompetensi kimia yang dibutuhkan dalam ONMIPA memiliki cakupan luas dan tidak cukup dikuasai hanya melalui pembelajaran reguler di kelas. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan menganalisis persoalan secara mendalam, menghubungkan konsep, serta menyelesaikan masalah dengan pendekatan logis dan sistematis. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembinaan intensif sekaligus mekanisme pemetaan kemampuan akademik mahasiswa sebelum memasuki tahapan seleksi berikutnya. Pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat tradisi keilmuan dan mempersiapkan mahasiswa agar memiliki daya tahan kognitif yang lebih baik dalam menghadapi kompetisi sains tingkat tinggi.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Indri Susanti, S.Si., M.Si. dan Sri Setyaningsih, M.Si., yang membimbing mahasiswa melalui pendekatan workshop intensif, bedah kasus, diskusi, dan problem-based learning. Materi pelatihan mencakup empat rumpun utama, yaitu Kimia Anorganik, Kimia Fisika, Kimia Organik dan Biokimia, serta Kimia Analitik. Peserta diajak menganalisis struktur atom, bentuk molekul, senyawa koordinasi, termodinamika, kinetika reaksi, mekanika kuantum, mekanisme reaksi organik, sintesis makromolekul, hingga pembacaan spektrum dan instrumentasi analitik. Proses pembelajaran juga memanfaatkan perangkat lunak visualisasi molekul dan kuis interaktif untuk membantu mahasiswa memahami konsep kimia yang bersifat abstrak dan membutuhkan kemampuan visualisasi tiga dimensi. Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi dua arah, peer learning, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam mempertahankan dan menguji argumentasi ilmiah selama kegiatan berlangsung.
Ketua Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan, Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa kompetisi sains tingkat nasional bukan sekadar ajang unjuk kemampuan, tetapi juga menjadi sarana untuk menunjukkan eksistensi dan kualitas program studi di tingkat yang lebih luas. Ia juga menegaskan pentingnya mengimbangi kecerdasan intelektual dengan nilai-nilai luhur kepesantrenan dan kearifan spiritual dalam setiap proses pengembangan keilmuan mahasiswa. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pelatihan agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memiliki integritas dalam menggunakan ilmu pengetahuan. Menurutnya, mahasiswa Pendidikan IPA perlu dibentuk menjadi insan akademik yang mampu berpikir kritis, memiliki karakter kuat, dan siap berkompetisi secara sehat. Semangat tersebut menjadi landasan dalam membangun generasi pendidik sains yang unggul sekaligus memiliki tanggung jawab moral dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kualitas interaksi akademik dan tumbuhnya motivasi mahasiswa untuk mendalami kimia di luar pembelajaran reguler. Mahasiswa yang sebelumnya memandang materi kimia tingkat lanjut sebagai persoalan yang sulit mulai diarahkan untuk melihatnya sebagai tantangan intelektual yang dapat dipecahkan melalui pendekatan ilmiah. Kegiatan ini juga mendorong terbentuknya kelompok belajar mandiri yang melakukan bedah jurnal, pembahasan soal ONMIPA, serta berbagi literatur dan perangkat lunak pemodelan struktur. Selain itu, paparan terhadap materi kimia analitik, instrumentasi, dan teknologi modern turut memantik ketertarikan mahasiswa terhadap penelitian laboratorium dan topik tugas akhir berbasis sains. Hasil evaluasi peserta menunjukkan penilaian sangat baik terhadap relevansi materi dengan silabus ONMIPA dengan skor rata-rata 4,85, kualitas soal try-out 4,80, serta integrasi nilai Edutechnosciencepreneurship sebesar 4,65 pada skala lima.
Pelatihan ini secara eksplisit mendukung visi Program Studi Pendidikan IPA, yaitu “Mengembangkan program studi Pendidikan IPA yang Unggul dalam mengintegrasikan pembelajaran dan keilmuan IPA berbasis Edutechnosciencepreneurship dengan berlandaskan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah tingkat Internasional Tahun 2033.” Pilar Edu diwujudkan melalui pembelajaran yang mendorong mahasiswa menjadi pembelajar aktif dan mampu membangun pemahaman melalui proses pemecahan masalah. Pilar Techno diperkuat melalui pengenalan instrumentasi kimia, analisis data spektral, serta penggunaan perangkat lunak visualisasi molekul dalam proses pembelajaran. Pilar Science tampak melalui penguatan materi kimia tingkat lanjut yang mencakup aspek anorganik, fisika, organik, biokimia, dan analitik sesuai standar kompetisi nasional. Sementara itu, unsur Preneurship dikembangkan melalui pembiasaan berpikir inovatif, efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam merancang solusi dan proses sintesis kimia. Seluruh pengembangan kompetensi tersebut dipadukan dengan nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah melalui penguatan sikap Tawazun, Tasamuh, integritas akademik, dan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan harus diarahkan untuk kemaslahatan.
Sebagai tindak lanjut, Program Studi Pendidikan IPA merancang pembinaan yang lebih berkelanjutan untuk memastikan pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari. Lima mahasiswa terbaik akan dipersiapkan sebagai kandidat delegasi berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, sementara sepuluh peserta dengan capaian terbaik diarahkan menyusun esai gagasan saintifik berbasis technosciencepreneurship. Program studi juga merencanakan pembentukan Eduscience ONMIPA Club yang akan menjadi wadah latihan dan bedah soal secara rutin sebelum kompetisi berlangsung. Selain itu, mahasiswa senior yang memiliki kompetensi terbaik akan dilibatkan dalam pendampingan mahasiswa tingkat awal untuk memperkuat penguasaan Kimia Dasar. Melalui pembinaan berkelanjutan tersebut, Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA menargetkan lahirnya delegasi yang mampu menembus kompetisi ONMIPA tingkat nasional sekaligus membangun tradisi prestasi dan budaya riset yang semakin kuat.

Ke depan, Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan akan terus memperluas ruang pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pembinaan sains, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan berbasis nilai Islam. Pengalaman pelatihan ONMIPA Bidang Kimia menjadi salah satu fondasi untuk membangun lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa berani mengeksplorasi ilmu pengetahuan secara lebih mendalam. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk meraih prestasi dalam kompetisi, tetapi juga diarahkan menjadi calon pendidik IPA, peneliti, dan inovator yang mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan pada pendidikan dan sains, Program Studi Pendidikan IPA FKIP UNISLA menjadi ruang untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus membangun karakter dan jiwa inovatif. Mari bergabung bersama Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan untuk tumbuh menjadi generasi pendidik dan saintis yang unggul, berintegritas, inovatif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.