Berita FKIP Terkini

Asah Nalar Kritis Menembus Standar Global 2033, Mahasiswa Unisla Bedah Trik HOTS Lewat Webinar “Kuliah Umum Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika”

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Asah Nalar Kritis Menembus Standar Global 2033, Mahasiswa Unisla Bedah Trik HOTS Lewat Webinar “Kuliah Umum Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika”

fkip.unisla.ac.id, 14 Juli 2023, 14:00 WIB

Tim Redaksi

LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Pembelajaran matematika di era modern tidak lagi bertumpu pada hafalan rumus mekanis, melainkan menuntut kecakapan memecahkan masalah kontekstual yang kompleks. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar webinar akademik bertajuk “Webinar: Kuliah Umum Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika” secara hybrid dari Aula Gedung D Kampus Unisla dan ruang virtual Zoom, Jumat (14/7/2023).

Mengusung tema “Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Strategis melalui Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika”, forum ilmiah ini diikuti secara antusias oleh puluhan mahasiswa lintas angkatan serta peserta umum dari berbagai kalangan.

Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi langkah strategis prodi dalam mengakselerasi ketercapaian visinya, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Elly Anjarsari, M.Pd., menyampaikan bahwa kemampuan problem solving merupakan ruh utama dalam pendekatan matematika realistik.

“Dalam matematika realistik, titik tolak pembelajaran selalu berakar dari situasi masalah nyata di kehidupan sehari-hari yang harus dipecahkan siswa. Calon pendidik matematika Unisla harus piawai merancang skenario pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS). Keterampilan ini menjadi modal mutlak agar lulusan kita memiliki daya saing global dalam mewujudkan visi internasional tahun 2033,” terang Elly Anjarsari, M.Pd. di sela acara.

Lebih jauh, Elly menjelaskan integrasi kemampuan pemecahan masalah ini dengan jiwa edupreneurship dan nilai keislaman. “Kemampuan problem solving membentuk pola pikir kreatif dan strategis. Dari nalar kritis inilah mahasiswa dapat menangkap peluang usaha edukatif (edupreneurship) melalui penciptaan lembar kerja inovatif, modul ajar berbasis proyek, hingga media stimulasi berpikir logis. Seluruh proses bernalar ini dipandu oleh nilai-nilai luhur Islam Aswaja an-Nahdliyah, yang senantiasa mengedepankan nalar sehat, sikap bijak (hikmah), serta berikhtiar menghadirkan solusi yang membawa kemaslahatan (mashlahah) bagi peradaban,” imbuhnya.

Webinar ini menghadirkan akademisi Pendidikan Matematika Unisla, M. Ulul Albab, M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia membedah secara komprehensif tahapan pemecahan masalah matematis, teknik menyusun instrumen evaluasi berbasis HOTS, hingga transformasi peran guru di kelas dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator nalar.

“Siswa tidak boleh lagi ditempatkan sebagai penerima rumus yang pasif. Melalui pendekatan problem solving, guru memantik rasa ingin tahu dan melatih keberanian peserta didik untuk mengeksplorasi beragam alternatif solusi secara sistematis dan mandiri. Pola pikir solutif inilah yang sesungguhnya menjadi esensi belajar matematika untuk bekal kehidupan,” tutur M. Ulul Albab di hadapan peserta daring maupun luring.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., yang hadir sekaligus membuka kegiatan, mengapresiasi pemanfaatan model hybrid yang memadukan tatap muka dan teknologi telekonferensi. Menurutnya, langkah ini membuktikan adaptasi iptek yang baik di lingkungan fakultas guna memperluas diseminasi keilmuan pendidikan tanpa terbatas sekat ruang dan waktu.

Ketua Panitia Pelaksana, Ravinda Aseti Prafianti, M.Pd., mengungkapkan bahwa diskusi berjalan sangat dinamis, khususnya saat peserta mengkaji strategi mengatasi miskonsepsi siswa ketika menghadapi soal-soal matematika non-rutin. Melalui webinar ini, para calon guru matematika Unisla diharapkan semakin siap merancang pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter pemecah masalah yang tangguh di masa depan.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *