Berita FKIP Terkini

Bedah Data Krisis Bumi Lewat Lensa Matematika Realistik Menuju Standar Global 2033, Unisla Gelar Kuliah Umum “Awareness Climate Change in Education”

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Bedah Data Krisis Bumi Lewat Lensa Matematika Realistik Menuju Standar Global 2033, Unisla Gelar Kuliah Umum “Awareness Climate Change in Education”

fkip.unisla.ac.id, 21 Juni 2023, 14:15 WIB

Tim Redaksi

LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Fenomena krisis iklim global bukan lagi sekadar bahasan sains alam atau geografi semata, melainkan panggilan mendesak bagi dunia pendidikan matematika untuk menghadirkan pembelajaran berbasis data riil dan kontekstual. Merespons isu global tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar Kuliah Umum Pendidikan bertajuk “Awareness Climate Change in Education” di Gedung D Kampus Unisla, Rabu (21/6/2023).

Kegiatan ilmiah ini diposisikan sebagai jembatan strategis dalam mengejawantahkan visi besar program studi, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Elly Anjarsari, M.Pd., menegaskan bahwa isu perubahan iklim merupakan tambang data autentik yang sangat kaya untuk dijadikan bahan ajar dan media pembelajaran bercirikan matematika realistik.

“Menuju visi internasional tahun 2033, mahasiswa calon pendidik matematika Unisla harus memiliki kepekaan terhadap agenda global dunia, salah satunya mitigasi perubahan iklim (climate action). Melalui pendekatan matematika realistik, angka kenaikan suhu bumi, tren kenaikan muka air laut, hingga jejak karbon tidak lagi menjadi angka abstrak, melainkan diolah menggunakan pemodelan matematika, grafik fungsi, dan statistika terapan yang bermakna bagi siswa,” terang Elly Anjarsari, M.Pd. di sela kegiatan.

Lebih lanjut, Elly memaparkan integrasi nilai keislaman dan potensi kewirausahaan edukasi (edupreneurship) dari kegiatan ini. “Dalam khazanah risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, menjaga kelestarian alam (hifdzul bi’ah) adalah manifestasi peran manusia sebagai khalifah fil ardh untuk mencegah kerusakan (fasad). Nilai kepedulian ekologis ini dapat dikonversi mahasiswa menjadi produk inovasi media edukasi, lembar kerja siswa kontekstual, hingga modul ajar hijau yang bernilai edupreneurship dan siap bersaing di tataran global,” imbuhnya.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Fathurrahman, S.Pd., MM sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia mengupas pentingnya peran guru sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mengintegrasikan Climate Change Education ke dalam ruang kelas demi menyukseskan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim).

“Matematika adalah instrumen bernalar yang sangat kuat untuk membuktikan krisis lingkungan secara saintifik. Ketika calon guru matematika mampu menyajikan data iklim menjadi simulasi hitung dan proyek pembelajaran kontekstual, mereka sedang mendidik generasi masa depan yang kritis sekaligus bertanggung jawab menjaga kelestarian bumi,” tutur Dr. Fathurrahman di hadapan puluhan mahasiswa.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., saat membuka acara menyampaikan apresiasi atas keberanian prodi mengangkat tema global yang melintasi batas disiplin ilmu. Menurutnya, kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education / OBE) menghendaki lulusan yang tidak hanya piawai mengajar rumus, tetapi juga berwawasan luas dan responsif terhadap tantangan abad ke-21.

Ketua Panitia Pelaksana, Ravinda Aseti Prafianti, M.Pd., menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa pada sesi diskusi, khususnya saat membahas pemodelan matematika sederhana untuk memprediksi akumulasi sampah plastik dan konsumsi energi harian. Diharapkan, wawasan dari kuliah umum ini dapat melahirkan gagasan penelitian skripsi serta desain media pembelajaran matematika ramah lingkungan hasil ciptaan mahasiswa FKIP Unisla.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *