Berita FKIP Terkini

Sulap Ruang Kelas Jadi Laboratorium Nalar Menuju Pentas Global 2033, FKIP Unisla Kupas Trik “Mentransformasi Pembelajaran Konvensional Menjadi Eksplorasional melalui PMRI”

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Sulap Ruang Kelas Jadi Laboratorium Nalar Menuju Pentas Global 2033, FKIP Unisla Kupas Trik “Mentransformasi Pembelajaran Konvensional Menjadi Eksplorasional melalui PMRI”

fkip.unisla.ac.id, 22 Maret 2025, 14:30 WIB

Tim Redaksi

LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Paradigma pengajaran matematika konvensional yang kaku, searah (teacher-centered), dan sekadar bertumpu pada hafalan rumus mekanis kian usang di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) bersama Himpunan Mahasiswa (Himadika) menyelenggarakan forum kajian pedagogis bertajuk “Mentransformasi Pembelajaran Konvensional Menjadi Eksplorasional melalui PMRI” di Aula Gedung A Kampus Unisla, Sabtu (22/3/2025).

Kegiatan ilmiah ini diikuti secara antusias oleh seluruh mahasiswa aktif calon guru matematika guna membekali mereka dengan keterampilan merancang desain instruksional modern yang memicu daya selidik peserta didik di sekolah.

Penyelenggaraan agenda ini menjadi langkah taktis dalam mengakselerasi ketercapaian visi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Rahma Febriyanti, M.Pd., menyampaikan bahwa pergeseran dari metode belajar pasif menuju pembelajaran eksplorasional adalah kunci utama dalam membangun pemahaman matematika yang bermakna.

“Visi internasional 2033 menuntut sarjana lulusan Unisla memiliki keunggulan pedagogik yang adaptif dan diakui luas. Matematika tidak boleh lagi disajikan sebagai doktrin angka yang membosankan. Melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), ruang kelas diubah menjadi ruang eksplorasi aktif di mana siswa diajak menyelidiki konteks nyata, bernalar kritis, dan mengonstruksi rumusnya sendiri secara logis,” jelas Rahma Febriyanti, M.Pd. di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Rahma menguraikan keterkaitan pendekatan eksplorasional ini dengan pilar edupreneurship dan nilai keislaman Aswaja an-Nahdliyah. “Pendidik yang piawai memfasilitasi eksplorasi siswa akan terdorong melahirkan media pembelajaran bercirikan matematika realistik yang inovatif dan bernilai jual (edupreneurship), baik berupa modul ajar proyek maupun media interaktif digital. Pendekatan ini selaras dengan risalah Ahlussunnah wal Jamaah yang mengedepankan prinsip kemudahan (taysir), menghidupkan akal sehat, serta menjauhkan anak didik dari rasa takut terhadap ilmu pengetahuan demi kemaslahatan umat,” tambahnya.

Narasumber utama kegiatan, Dr. Fathurrahman, M.Pd., membedah materi bertajuk “Strategi dan Langkah Praktis Mentransformasi Kelas Matematika dari Model Konvensional Menjadi Eksplorasional Berbasis PMRI”. Dalam paparannya, ia memaparkan teknik menyusun pertanyaan pemantik, memfasilitasi proses penemuan terbimbing, hingga strategi mengubah kebiasaan siswa yang terbiasa menerima jawaban instan agar berani bereksperimen memecahkan masalah.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen program studi dalam memperbarui kompetensi mengajar mahasiswa secara berkelanjutan. Menurutnya, guru matematika masa depan harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menantang agar potensi bernalar siswa berkembang optimal.

Ketua Pelaksana, Dr. Fathurrahman, S.Pd., M.M., didampingi Sekretaris, Dr. Rivatul Ridho Elvierayani, S.Si., M.Pd., menerangkan bahwa kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan program lokakarya microteaching intensif. Melalui program lanjutan tersebut, para mahasiswa akan mempraktikkan langsung pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta simulasi mengajar berbasis PMRI sebelum terjun ke sekolah mitra.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *