Hadirkan Bintang Clash of Champions, FKIP Unisla Buka Wawasan Generasi Emas Menuju Panggung Dunia 2033 Lewat Seminar Pendidikan “Dari Angka ke Dunia: Petualangan Matematika yang Tak Terbatas”
Hadirkan Bintang Clash of Champions, FKIP Unisla Buka Wawasan Generasi Emas Menuju Panggung Dunia 2033 Lewat Seminar Pendidikan “Dari Angka ke Dunia: Petualangan Matematika yang Tak Terbatas”
fkip.unisla.ac.id, 18 Januari 2025, 14:30 WIB
Tim Redaksi
LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Mendobrak anggapan bahwa matematika adalah disiplin ilmu yang kaku dan membosankan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himadika) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar forum inspiratif bertajuk Seminar Pendidikan “Dari Angka ke Dunia: Petualangan Matematika yang Tak Terbatas” di Lantai 3 Gedung Pascasarjana Kampus Unisla, Sabtu (18/1/2025).

Seminar ini menyedot antusiasme luar biasa dari ratusan peserta lintas generasi, mulai dari siswa jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK sederajat, mahasiswa calon guru, para pendidik, hingga pemerhati literasi numerasi dari berbagai wilayah.
Penyelenggaraan agenda akbar ini menjadi jembatan strategis dalam menghela pencapaian visi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Rahma Febriyanti, M.Pd., menegaskan bahwa tema petualangan matematika ini berakar kuat pada filosofi pembelajaran kontekstual.
“Visi internasional 2033 mengamanatkan kami untuk mencetak lulusan yang mampu membumikan matematika ke realitas kehidupan nyata. Melalui seminar ini, kita ingin mengajak para pelajar dan calon guru melihat bahwa angka bukan sekadar simbol di kertas ujian, melainkan instrumen berpikir untuk menaklukkan tantangan dunia. Pendekatan bercirikan matematika realistik inilah yang melatih nalar kritis generasi muda, memicu lahirnya inovasi iptek pembelajaran, serta membuka peluang edupreneurship kreatif yang siap bersaing di kancah global,” ujar Rahma Febriyanti, M.Pd. di lokasi acara.
Lebih jauh, Rahma menekankan pentingnya membingkai kecerdasan logika dengan nilai-nilai risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. “Menuntut ilmu setinggi mungkin hingga ke level dunia harus tetap diimbangi dengan sikap tawaduk, adab terhadap guru, serta niat tulus untuk menebarkan kemaslahatan (mashlahah) bagi kemanusiaan. Dari Lamongan, kita siapkan cendekiawan muda yang tajam logikanya dan luhur akhlaknya,” imbuhnya.
Daya tarik seminar ini semakin memuncak dengan kehadiran narasumber utama, Bagas Satrio Wicaksono, figur muda berprestasi yang dikenal luas publik sebagai salah satu peserta ajang Clash of Champions (CoC) Ruangguru. Dalam pemaparannya, Bagas membagikan kiat memecahkan persoalan numerasi yang rumit dengan cara berpikir sistematis, strategi menjaga konsistensi belajar, hingga cara menemukan keasyikan bernalar di balik tantangan logika matematika.
Suasana auditorium berlangsung sangat semarak saat para siswa dan mahasiswa antusias mengajukan pertanyaan kritis seputar manajemen waktu dan trik menembus kompetisi akademik tingkat nasional maupun internasional.
Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kiki Septaria, M.Pd., secara resmi membuka jalannya seminar dan mengapresiasi tinggi inisiatif Himadika dalam menggelar forum edukasi berskala luas ini. Dekan menegaskan bahwa penguatan literasi numerasi sejak bangku sekolah merupakan fondasi penting bagi kemajuan peradaban bangsa di era disrupsi teknologi digital.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Siti Masyiatul Istiqomah, didampingi Sekretaris Panitia, Ulifatur Rochmatin, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya partisipasi peserta dari berbagai tingkatan sekolah. Agenda seminar diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh M. Ulul Albab, M.Si., penyerahan cenderamata penghargaan kepada narasumber, serta sesi foto bersama seluruh peserta.