Berita FKIP Terkini

Membumikan Kearifan Lokal ke Pentas Global 2033, Prodi Pendidikan Matematika Unisla Kupas Tuntas “Mathematics in Culture: Eksplorasi Nilai Etnomatematika Nusantara”

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Membumikan Kearifan Lokal ke Pentas Global 2033, Prodi Pendidikan Matematika Unisla Kupas Tuntas “Mathematics in Culture: Eksplorasi Nilai Etnomatematika Nusantara”

fkip.unisla.ac.id, 21 Februari 2023, 14:30 WIB

Tim Redaksi

LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Konsep matematika sering kali dipandang sebagai kumpulan rumus abstrak yang terpisah dari realitas kehidupan masyarakat. Mendobrak paradigma tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar Kuliah Umum inspiratif bertajuk “Mathematics in Culture: Eksplorasi Nilai Etnomatematika Nusantara” di Aula Gedung D Kampus Unisla, Selasa (21/2/2023).

Ratusan mahasiswa pendidikan matematika lintas angkatan hadir membedah kekayaan budaya bangsa—mulai dari simetri pada pola batik, geometri pada arsitektur rumah adat, hingga logika hitung pada permainan rakyat dan sistem pengukuran tradisional—yang sarat dengan muatan matematika kontekstual.

Penyelenggaraan agenda ini menjadi langkah konkret dalam mempertegas distingsi visi keilmuan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, yaitu menjadi program studi yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Elly Anjarsari, M.Pd., menyampaikan bahwa etnomatematika adalah jembatan paling ideal untuk mengimplementasikan pembelajaran matematika realistik yang membumi sekaligus bernilai jual.

“Matematika tidak lahir di ruang hampa; ia hidup, tumbuh, dan dipraktikkan dalam denyut kebudayaan masyarakat Nusantara. Bagi Prodi Pendidikan Matematika Unisla, etnomatematika adalah tambang emas untuk mengembangkan media pembelajaran bercirikan matematika realistik yang orisinal. Di saat yang sama, artefak dan kearifan lokal ini dapat dikonversi menjadi produk media edukatif bernilai edupreneurship,” papar Elly Anjarsari, M.Pd. di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Elly menegaskan harmonisasi kajian budaya ini dengan nilai Islam Aswaja an-Nahdliyah dan visi internasionalisasi kampus. “Sikap menghargai dan merawat kearifan lokal (kearifan budaya) selaras dengan kaidah Aswaja: al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah (memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil inovasi baru yang lebih baik). Keunikan budaya Nusantara berpadu iptek inilah yang akan menjadi identitas unggul dan pembeda sarjana matematika Unisla saat melangkah ke panggung internasional pada 2033 mendatang,” tambahnya optimistis.

Kuliah umum ini menghadirkan Dr. Rivatul Ridho Elvierayani, S.Si., M.Pd. sebagai pembicara tunggal dengan topik “Etnomatematika sebagai Pendekatan Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya”. Dalam paparannya, ia memaparkan bagaimana ragam motif batik pesisiran, rancang bangun candi dan rumah adat, hingga pola permainan dakon menyimpan prinsip transformasi geometri, tessellation (pengubinan), aritmetika, hingga peluang yang sangat kaya.

“Ketika guru mengenalkan rumus transformasi geometri lewat pola batik atau konsep bangun ruang lewat arsitektur lokal, matematika seketika menjadi hidup dan bermakna bagi peserta didik. Siswa tidak hanya cerdas berhitung, namun tumbuh kecintaannya pada identitas budaya bangsa,” urai Dr. Rivatul Ridho.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., saat membuka acara turut mengapresiasi terobosan tema yang diangkat oleh program studi. Menurutnya, pendidikan matematika masa depan harus mampu menjawab tantangan modernisasi tanpa mencabut mahasiswa dari akar budayanya sendiri.

Ketua Panitia Pelaksana, Ravinda Aseti Prafianti, M.Pd., menyampaikan bahwa luaran yang diharapkan dari kuliah umum ini adalah lahirnya gagasan-gagasan riset tugas akhir mahasiswa serta rancangan media pembelajaran inovatif berbasis etnomatematika lokal, khususnya kebudayaan khas Lamongan dan Jawa Timur.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *