Berita FKIP Terkini

Studi Ekskursi Ekologi dan Konservasi di Mangrove Wonorejo: Upaya Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA Cetak Generasi Unggul Berwawasan Lingkungan

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Studi Ekskursi Ekologi dan Konservasi di Mangrove Wonorejo: Upaya Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA Cetak Generasi Unggul Berwawasan Lingkungan

SURABAYA – Dalam rangka memperkuat pemahaman teoretis melalui pengalaman belajar langsung di alam, Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) sukses menyelenggarakan kegiatan Studi Ekskursi “Pembelajaran Ekologi dan Konservasi di Ekowisata Mangrove Wonorejo”. Agenda akademik yang bertempat di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya ini dilaksanakan secara khidmat dan penuh antusiasme pada Kamis, 18 Januari 2024. Kegiatan luar kelas ini dirancang secara sistematis untuk menjembatani jurang antara teori keilmuan yang dipelajari di bangku kuliah dengan kondisi nyata ekosistem pesisir. Keberadaan agenda ini sangat mendesak demi melatih kepekaan lingkungan, kerangka berpikir kritis, serta keterampilan observasi ilmiah para calon pendidik sains masa depan. Melalui eksplorasi langsung di kawasan konservasi, para mahasiswa tidak hanya memahami konsep sains secara komprehensif, tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan yang berwawasan ekologis.

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada jenjang perguruan tinggi menuntut adanya inovasi metodologis yang berkesinambungan agar proses transfer pengetahuan tidak berjalan secara kaku. Masalah lingkungan pesisir yang kian kompleks, seperti ancaman abrasi pantai dan perubahan iklim mikro, membutuhkan analisis ilmiah yang tajam serta pemahaman komprehensif dari para calon pendidik. Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya dipilih sebagai laboratorium alam utama karena memiliki keanekaragaman hayati yang kaya serta sistem tata kelola konservasi pesisir yang sangat ideal untuk pengamatan lapangan. Melalui pengamatan vegetasi dan parameter fisik secara langsung, mahasiswa dipandu untuk mengidentifikasi interaksi antara komponen biotik dan abiotik yang menyusun ekosistem rawa pantai. Pengalaman praktis ini menjadi modal berharga bagi mahasiswa Pendidikan IPA UNISLA dalam menyusun bahan ajar kontekstual yang relevan dengan isu-isu lingkungan masa kini.

Selain kebutuhan penguatan kompetensi ilmiah, Kabupaten Lamongan yang memiliki wilayah pesisir di kawasan pantai utara menjadi alasan strategis diselenggarakannya studi ekskursi ini. Pengetahuan mengenai teknik konservasi dan manajemen ekowisata yang diperoleh dari kawasan Wonorejo diharapkan dapat diadaptasi untuk memecahkan permasalahan ekologi di daerah asal mahasiswa. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UNISLA dalam menghadirkan kontribusi sosial yang nyata bagi pembangunan berkelanjutan di masyarakat luas. Pembelajaran berbasis ekskursi juga terbukti efektif dalam melatih keterampilan kerja sama tim, komunikasi ilmiah, serta kepemimpinan mahasiswa di luar kelas. Oleh karena itu, kegiatan lapangan ini menjadi pilar penting dalam membentuk profil lulusan yang tangguh, adaptif, serta memiliki kepedulian sosial lingkungan yang tinggi.

Rangkaian kegiatan studi ekskursi ini diikuti oleh 52 mahasiswa aktif Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA yang terbagi ke dalam lima kelompok kerja mandiri. Pembelajaran lapangan ini menghadirkan narasumber utama, yaitu Ibu Siska Ayu Wulandari, S.Si., M.Si. selaku Ketua Panitia sekaligus dosen pengampu mata kuliah Ekologi, bersama tim pendamping praktisi dari pengelola Ekowisata Mangrove Wonorejo dan staf unit pemberdayaan ekonomi masyarakat. Para narasumber menyampaikan materi teoretis dan praktis mengenai analisis struktur komunitas vegetasi, morfologi akar napas tanaman bakau, serta teknik sampling data ekologi lingkungan. Bentuk kegiatan diawali dengan pemaparan materi di aula terbuka, dilanjutkan penjelajahan menyusuri jembatan kayu hutan bakau, hingga observasi flora dan fauna khas pesisir. Pengalaman ilmiah semakin memikat saat seluruh peserta diajak menaiki perahu motor menyusuri muara sungai untuk mengamati keberadaan burung-burung air migran dari belahan bumi utara.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang rangkaian acara, terbukti dari keaktifan mahasiswa dalam mengajukan pertanyaan kritis serta mendokumentasikan setiap fenomena biologis yang ditemukan. Mahasiswa secara kolaboratif mengukur parameter fisik lingkungan seperti pH tanah, kadar garam air, dan suhu udara menggunakan lembar kerja mahasiswa yang telah disiapkan. Sesi agenda dilanjutkan dengan diskusi panel bersama staf unit pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal yang memaparkan materi kewirausahaan berbasis sains atau sciencepreneurship. Dalam sesi ini, mahasiswa mempelajari proses pengolahan buah mangrove jenis Sonneratia menjadi produk sirup segar, dodol, hingga sirup komersial bernilai jual tinggi. Kehangatan interaksi antara dosen, narasumber praktisi, dan peserta menciptakan suasana belajar yang sangat dinamis, menyenangkan, dan kaya akan wawasan ilmiah terapan.

Ketua Program Studi Pendidikan IPA FKIP UNISLA, Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan studi ekskursi yang berlangsung sukses dan penuh makna ini. “Kegiatan ekskursi ke Mangrove Wonorejo ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa, melainkan sarana krusial untuk mengintegrasikan pemahaman teori ekologi dengan pengalaman empiris di lapangan,” ujar Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd. dalam keterangannya. Beliau menambahkan bahwa pengalaman observasi langsung ini akan membuka wawasan mahasiswa mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah. “Kami ingin memastikan calon guru IPA dari UNISLA tidak hanya mahir mengajar di dalam kelas, tetapi juga memiliki jiwa edutechnosciencepreneurship yang mampu mengolah potensi alam secara kreatif dan lestari,” tegasnya. Beliau berharap hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti menjadi karya ilmiah yang inovatif serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

Dampak positif dari pelaksanaan studi ekskursi ini terpancar nyata pada peningkatan kompetensi akademik dan keterampilan praktis para mahasiswa peserta. Pascakegiatan, mahasiswa berhasil menyusun draf artikel ilmiah kelompok yang berstandar jurnal nasional berdasarkan data riil parameter lingkungan yang diperoleh di lapangan. Selain itu, kegiatan ini melahirkan luaran media edukasi digital berupa video pendek bernilai edukatif yang disebarluaskan melalui kanal media sosial resmi program studi untuk mengedukasi publik. Dari pilar kewirausahaan, mahasiswa berhasil merancang proposal ide bisnis sciencepreneurship olahan buah mangrove yang berpotensi diajukan dalam hibah kompetisi nasional. Kegiatan ini juga memperkaya laboratorium kampus dengan pembuatan spesimen awetan herbarium baru serta memperkuat jaringan kemitraan strategis antara FKIP UNISLA dengan pengelola kawasan konservasi.

Pelaksanaan studi ekskursi ini memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung pencapaian visi mulia Program Studi Pendidikan IPA FKIP UNISLA. Kegiatan ini secara eksplisit selaras dengan visi prodi, yaitu “Mengembangkan program studi Pendidikan IPA yang Unggul dalam mengintegrasikan pembelajaran dan keilmuan IPA berbasis Edutechnosciencepreneurship dengan berlandaskan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah tingkat Internasional Tahun 2033”. Integrasi antara pengamatan sains ekologi, pembuatan media berbasis digital, dan pengembangan peluang bisnis ramah lingkungan merupakan manifestasi konkret dari pilar Edutechnosciencepreneurship. Sementara itu, penanaman rasa tanggung jawab untuk merawat lingkungan hidup sebagai ciptaan Allah menjadi cerminan dari penguatan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah. Konsistensi dalam menggelar agenda lapangan yang berkualitas tinggi ini semakin memperkokoh branding dan akreditasi prodi menuju rekognisi di tingkat internasional.

Ke depan, Program Studi Pendidikan IPA FKIP UNISLA berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi pembelajaran luar kelas yang berkesinambungan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi dengan berbagai lembaga konservasi dan industri edukasi akan terus diperluas guna memberikan pengalaman belajar yang holistik bagi seluruh civitas akademika. Langkah transformatif ini diproyeksikan dapat mencetak lulusan calon pendidik sains yang unggul, profesional, berkarakter Islami, serta siap bersaing di kancah global. Bagi para generasi muda yang bermimpi menjadi guru IPA inovatif dan wirausahawan berbasis sains yang berdampak positif bagi lingkungan, Program Studi Pendidikan IPA FKIP UNISLA adalah pilihan tempat belajar yang paling tepat. Mari bergabung bersama Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan dan wujudkan masa depan pendidikan sains nusantara yang cemerlang serta mendunia!

Tag: #PendidikanIPAUNISLA #FKIPUNISLA #EkskursiMangroveWonorejo #Edutechnosciencepreneurship #EkowisataSurabaya

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *