Berita FKIP Terkini

Coaching Clinic P2MW Perkuat Kesiapan Wirausaha dan Proposal Bisnis Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Coaching Clinic P2MW Perkuat Kesiapan Wirausaha dan Proposal Bisnis Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA

LAMONGAN – Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Lamongan menyelenggarakan Coaching Clinic Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2023 pada Senin, 13 Maret 2023. Kegiatan berlangsung di Gedung Pascasarjana, Ruang Kelas 2.1 Universitas Islam Lamongan dan diikuti oleh 68 mahasiswa dari total 71 mahasiswa aktif yang menjadi sasaran kegiatan. Tingkat partisipasi mencapai 95,77 persen, sehingga menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa agar mampu menyusun proposal usaha yang sistematis, realistis, inovatif, dan sesuai dengan ketentuan P2MW Tahun 2023. Melalui coaching clinic ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga dipersiapkan untuk mengembangkan usaha yang memiliki keunggulan kompetitif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan usaha menjadi rencana bisnis yang terarah dan dapat dipertanggungjawabkan. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi pencipta lapangan kerja. Dalam konteks tersebut, P2MW menjadi salah satu ruang pembinaan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kemandirian, kepemimpinan, dan keberanian dalam menjalankan usaha. Mahasiswa membutuhkan pendampingan karena proposal P2MW tidak hanya memuat ide bisnis, tetapi juga harus menjelaskan permasalahan, solusi, konsumen potensial, produk, sumber daya, strategi pemasaran, keuangan, serta rencana kegiatan dan penggunaan anggaran. Oleh karena itu, coaching clinic dirancang sebagai bentuk pembinaan yang memungkinkan setiap gagasan usaha ditelaah dan diperbaiki secara lebih terarah sebelum mengikuti proses seleksi.
Kegiatan menghadirkan Sri Setyaningsih, S.Si., M.Sc. sebagai Ketua Pelaksana sekaligus pemateri utama dalam proses coaching clinic. Materi yang diberikan mencakup persyaratan peserta dan kelompok usaha, tahapan usaha awal dan bertumbuh, kategori usaha, sistematika proposal, kriteria penilaian, analisis konsumen, pengembangan produk, pemetaan sumber daya, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga penyusunan rencana kegiatan dan anggaran. Mahasiswa juga dibimbing memahami enam kategori usaha P2MW, yaitu makanan dan minuman, budidaya, industri kreatif seni budaya dan pariwisata, jasa dan perdagangan, manufaktur dan teknologi terapan, serta bisnis digital. Bentuk kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, konsultasi gagasan, penelaahan rancangan proposal, dan pemberian umpan balik berdasarkan kondisi usaha masing-masing peserta. Selama proses berlangsung, mahasiswa aktif menyampaikan ide, mendiskusikan kendala, dan menghubungkan materi yang diperoleh dengan usaha atau prototipe produk yang sedang mereka kembangkan.


Ketua Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan, Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd., menegaskan bahwa pembinaan kewirausahaan mahasiswa perlu diarahkan tidak hanya pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga pada kemampuan membaca kebutuhan masyarakat dan mengembangkan solusi yang bernilai. Menurutnya, mahasiswa Pendidikan IPA memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha berbasis sains, teknologi, pendidikan, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Coaching clinic menjadi ruang penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis dalam mengembangkan usaha secara terencana dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu membangun usaha yang tidak sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga memiliki nilai tambah, kebermanfaatan sosial, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan. “Kami ingin mahasiswa Pendidikan IPA memiliki keberanian untuk menjadi pencipta solusi dan pencipta peluang, sehingga pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat dikembangkan menjadi inovasi dan usaha yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Silvi.

Dampak kegiatan terlihat dari semakin kuatnya pemahaman mahasiswa mengenai proses pengembangan usaha secara sistematis dan berbasis data. Mahasiswa tidak lagi hanya melihat kewirausahaan dari sisi produk, tetapi mulai memahami pentingnya validasi masalah, identifikasi konsumen, analisis pasar, keunggulan produk, strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, serta perencanaan penggunaan anggaran. Tingginya tingkat partisipasi sebesar 95,77 persen juga menunjukkan bahwa isu kewirausahaan menjadi perhatian penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan profesional mereka. Kegiatan ini turut membantu mengidentifikasi mahasiswa dan kelompok usaha yang memiliki gagasan potensial untuk dikembangkan lebih lanjut melalui proses pendampingan dan seleksi internal. Dengan demikian, manfaat coaching clinic tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi menjadi dasar untuk membangun kelompok usaha mahasiswa yang lebih solid, kreatif, inovatif, mandiri, dan memiliki peluang berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga memberikan dampak strategis bagi penguatan ekosistem kewirausahaan di lingkungan Program Studi Pendidikan IPA dan Universitas Islam Lamongan. Melalui proses diskusi dan konsultasi, mahasiswa belajar menghubungkan permasalahan nyata dengan peluang usaha serta menyusun solusi yang dapat diterapkan melalui produk atau jasa yang dikembangkan sendiri. Mahasiswa juga diarahkan untuk bekerja dalam kelompok dengan pembagian peran yang jelas, sehingga kemampuan kolaborasi, komunikasi, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab dapat berkembang secara bersamaan. Pengalaman tersebut memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning karena mahasiswa belajar langsung melalui proses merencanakan, menguji, mengevaluasi, dan mengembangkan gagasan usaha. Dalam jangka panjang, pembinaan seperti ini diharapkan mampu mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian dan kompetensi untuk menciptakan lapangan kerja.
Kegiatan Coaching Clinic P2MW secara eksplisit mendukung visi Program Studi Pendidikan IPA, yaitu “Mengembangkan program studi Pendidikan IPA yang Unggul dalam mengintegrasikan pembelajaran dan keilmuan IPA berbasis Edutechnosciencepreneurship dengan berlandaskan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah tingkat Internasional Tahun 2033.” Unsur Edu diwujudkan melalui proses pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kemampuan merencanakan dan mengembangkan usaha berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dalam proses akademik. Unsur Techno dan Science tercermin melalui dorongan untuk mengembangkan produk, jasa, manufaktur, teknologi terapan, maupun bisnis digital yang memiliki nilai inovasi dan pemecahan masalah. Unsur Preneurship menjadi fokus utama melalui pembinaan kemampuan membaca peluang pasar, mengembangkan produk, membangun strategi pemasaran, mengelola keuangan, dan menciptakan usaha yang berkelanjutan. Seluruh proses tersebut diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang kreatif, inovatif, mandiri, adaptif, dan bertanggung jawab sehingga mampu mengembangkan keilmuan IPA menjadi peluang usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Program Studi Pendidikan IPA mendorong mahasiswa untuk melanjutkan penyusunan dan penyempurnaan proposal secara berkelompok berdasarkan hasil coaching clinic yang telah diperoleh. Setiap kelompok diharapkan melakukan pembagian tugas dalam pengumpulan data, validasi konsumen, analisis kompetitor, pengembangan produk, penyusunan strategi pemasaran, perencanaan keuangan, dan penyusunan anggaran. Mahasiswa juga diarahkan untuk terus melakukan konsultasi dan memperoleh pendampingan agar proposal yang dihasilkan semakin kuat secara substansi maupun administratif. Proses tersebut diharapkan dapat memperbesar jumlah proposal usaha mahasiswa yang layak mengikuti tahapan seleksi P2MW sekaligus memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan fakultas dan universitas. Ke depan, Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan akan terus membuka ruang pembinaan bagi mahasiswa yang memiliki gagasan usaha berbasis pendidikan, sains, teknologi, dan inovasi untuk tumbuh menjadi wirausahawan muda yang mandiri, berintegritas, dan mampu menciptakan lapangan kerja.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *