Perkuat Kepedulian Lingkungan, Prodi Pendidikan IPA UNISLA Sukses Gelar Studi Ekskursi ke Kebun Raya Purwodadi
Perkuat Kepedulian Lingkungan, Prodi Pendidikan IPA UNISLA Sukses Gelar Studi Ekskursi ke Kebun Raya Purwodadi
LAMONGAN — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswanya melalui pendekatan kontekstual. Sebagai bentuk nyata dari upaya tersebut, prodi pendidikan IPA UNISLA kembali menyelenggarakan kegiatan studi ekskursi berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan akademik yang mengusung tema “Edukasi Konservasi Alam” ini dilaksanakan di kawasan Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Agenda kunjungan ilmiah ini berlangsung dengan sangat sukses dan lancar pada hari Selasa, tanggal 21 Januari 2025. Tercatat sebanyak 56 mahasiswa aktif turut serta memeriahkan kegiatan ini, yang menunjukkan tingkat partisipasi sangat tinggi mencapai 94,92 persen.

Dekan FKIP UNISLA, Bapak Moh Nurman, M.Pd., memberikan apresiasi penuh atas terselenggaranya kegiatan pembelajaran di luar kelas yang sangat inovatif ini. Beliau menekankan bahwa mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan harus memiliki pengalaman empiris yang memperkaya wawasan ilmiah sekaligus membangun karakter peduli lingkungan. Senada dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana kegiatan, Ibu Siska Ayu Wulandari, S.Si., M.Si., mengungkapkan bahwa pembelajaran sains tidak cukup hanya mengandalkan teori di ruang kelas. Oleh karena itu, kegiatan studi ekskursi ini dirancang secara khusus untuk memberikan pengalaman belajar langsung atau experiential learning kepada para mahasiswa. Melalui kunjungan ini, para calon guru IPA diharapkan mampu memahami pentingnya upaya konservasi keanekaragaman hayati secara nyata di lapangan.
Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa UNISLA langsung disambut dengan hangat oleh petugas dan pemandu edukasi dari pihak Kebun Raya Purwodadi. Mahasiswa kemudian diberikan pemaparan materi awal mengenai sejarah berdirinya kebun raya tersebut serta perannya sebagai pusat konservasi tumbuhan dataran rendah kering. Setelah sesi pembekalan materi selesai, para peserta langsung dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk melakukan kegiatan observasi lapangan. Setiap kelompok didampingi oleh dosen pembimbing dan pemandu ahli saat menjelajahi berbagai zona koleksi, seperti tanaman obat, bambu, palem, hingga spesies langka endemik Indonesia. Selama proses eksplorasi ini berlangsung, mahasiswa terlihat sangat antusias melakukan pencatatan data, mendokumentasikan karakteristik morfologi tanaman, dan berdiskusi secara interaktif.

Selain sekadar melakukan pengamatan visual, para mahasiswa prodi pendidikan IPA juga dilibatkan dalam sesi diskusi edukatif mengenai berbagai isu krisis lingkungan global. Pemandu lapangan memberikan penjelasan mendalam terkait ancaman kepunahan spesies serta teknik pelestarian secara ex-situ yang selama ini diterapkan oleh lembaga konservasi. Sesi tanya jawab berlangsung dengan sangat dinamis, di mana banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali peran masyarakat dalam mendukung program pelestarian alam. Interaksi langsung dengan para praktisi konservasi ini dinilai sangat efektif dalam menggugah kesadaran ekologis dan memperkuat komitmen mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan. Lebih dari itu, kegiatan kolaboratif ini juga mampu melatih kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, dan keterampilan komunikasi ilmiah para calon pendidik.

Di penghujung rangkaian kegiatan, seluruh peserta kembali berkumpul untuk melaksanakan sesi refleksi akademik dan evaluasi bersama para dosen pendamping. Setiap perwakilan kelompok mahasiswa diwajibkan untuk mempresentasikan secara singkat hasil temuan mereka selama melakukan observasi di kawasan kebun raya. Ketua prodi pendidikan IPA, Ibu Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd., memastikan bahwa ilmu yang didapat dari kunjungan ini akan segera ditindaklanjuti ke dalam berbagai tugas perkuliahan. Pengetahuan dari lapangan tersebut diharapkan dapat dikonversi menjadi berbagai luaran akademik yang bermanfaat, seperti penyusunan laporan ilmiah, artikel, maupun inovasi media pembelajaran. Pada akhirnya, sinergi yang terjalin dengan lembaga konservasi ini diyakini mampu mencetak lulusan prodi pendidikan IPA UNISLA yang unggul, berwawasan luas, dan peduli terhadap kelestarian bumi.
#ProdiPendidikanIPA #UNISLA #StudiEkskursi #KonservasiAlam #KebunRayaPurwodadi