Berita FKIP Terkini

Kikis Keraguan Karier Menuju Standar Global 2033, Calon Guru Matematika Unisla Perkuat Resiliensi Lewat “Refleksi Akhir Semester dan Motivasi Karier Mahasiswa Calon Guru”

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Kikis Keraguan Karier Menuju Standar Global 2033, Calon Guru Matematika Unisla Perkuat Resiliensi Lewat “Refleksi Akhir Semester dan Motivasi Karier Mahasiswa Calon Guru”

fkip.unisla.ac.id, 30 April 2024, 14:15 WIB

Tim Redaksi

LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Menghadapi fase transisi krusial dari penguasaan teori perkuliahan menuju praktik keguruan di lapangan menuntut kesiapan mental, daya adaptasi, serta komitmen profesi yang kokoh bagi calon pendidik masa depan. Memfasilitasi proses kontemplasi akademik tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar forum pembekalan bertajuk “Refleksi Akhir Semester dan Motivasi Karier Mahasiswa Calon Guru” di Aula Gedung A Kampus Unisla, Selasa (30/4/2024).

Kegiatan intensif ini secara khusus menyasar mahasiswa aktif semester 4 dan 6 yang berada dalam momen peralihan penting untuk mengevaluasi capaian belajar sekaligus memantapkan arah profesi sebelum terjun langsung ke dunia pendidikan nyata.

Forum refleksi ini dirancang sebagai instrumen penguatan kapasitas diri yang bersinergi langsung dengan visi besar program studi, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Rahma Febriyanti, M.Pd., menyampaikan bahwa proses introspeksi berkala merupakan fondasi utama dalam mencetak calon guru matematika yang memiliki resiliensi tinggi dan wawasan keilmuan yang luas.

“Target internasionalisasi tahun 2033 membutuhkan sarjana yang matang secara intelektual maupun mental. Mahasiswa calon pendidik harus mampu mengevaluasi dinamika belajarnya, mengubah hambatan menjadi peluang inovasi iptek, serta siap merancang media pembelajaran bercirikan matematika realistik yang kontekstual bagi siswa,” tutur Rahma Febriyanti, M.Pd. di lokasi kegiatan.

Lebih jauh, Rahma menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai keislaman dalam menyikapi masa depan karier. “Refleksi akhir semester ini adalah bentuk konkret dari tradisi muhasabah (introspeksi diri) dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Kami membimbing mahasiswa agar memiliki keteguhan niat, keikhlasan mengabdi, serta optimisme untuk menangkap peluang edupreneurship di era digital tanpa terbelenggu rasa cemas karier (career anxiety), sehingga kelak mampu menjadi pendidik yang menebar kemaslahatan di tingkat nasional hingga panggung global,” imbuhnya.

Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Ir. Nur Nafi’iyah, M.Kom., memaparkan strategi praktis mengelola motivasi belajar, tips membangun keyakinan diri (self-efficacy), serta urgensi penguasaan keterampilan mengajar abad ke-21 yang mengintegrasikan kecakapan teknologi informasi dalam manajemen kelas modern. Suasana forum berjalan interaktif saat para mahasiswa secara terbuka mendiskusikan keraguan orientasi kerja dan dinamika adaptasi kurikulum yang mereka hadapi selama satu semester perkuliahan.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan pentingnya pembinaan mental serta karakter keguruan secara berkelanjutan. Menurutnya, guru matematika yang unggul lahir dari proses pembiasaan reflektif yang mampu mengubah kritik dan evaluasi menjadi bahan bakar profesionalisme.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Ir. Nur Nafi’iyah, M.Kom., didampingi Sekretaris Panitia, Elly Anjarsari, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini akan ditindaklanjuti secara sistematis melalui penyusunan modul refleksi digital, pembentukan kelompok bimbingan sebaya (peer-mentoring), serta sesi konseling karier berkala guna memastikan kesiapan mental dan kompetensi mengajar mahasiswa tetap terjaga hingga masa kelulusan tiba.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *