Bidik Standar Asesmen Global Menuju 2033, FKIP Unisla Gandeng Pakar Internasional Gelar Kuliah Umum “Assessing Lifelong Learning Competencies”
Bidik Standar Asesmen Global Menuju 2033, FKIP Unisla Gandeng Pakar Internasional Gelar Kuliah Umum “Assessing Lifelong Learning Competencies”
fkip.unisla.ac.id, 3 Juli 2024, 14:30 WIB
Tim Redaksi
LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Pengukuran ketercapaian belajar di era pendidikan modern tidak lagi cukup bertumpu pada tes konvensional berbasis angka kognitif semata, melainkan harus mampu mengevaluasi kapasitas belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Memperkuat mutu asesmen berstandar global, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar Kuliah Umum Internasional bertajuk “Assessing Lifelong Learning Competencies” secara virtual melalui Zoom meeting, Rabu (3/7/2024).
Kegiatan akademik berskala internasional hasil inisiasi kerja sama dengan mitra global Sprix Inc. Jepang ini diikuti secara antusias oleh seluruh jajaran dosen dan ratusan mahasiswa lintas program studi di lingkungan FKIP Unisla, meliputi mahasiswa Pendidikan Matematika, Pendidikan IPA, hingga Pendidikan Bahasa Inggris.

Penyelenggaraan agenda ini menjadi langkah konkret dalam mengakselerasi ketercapaian visi Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Rahma Febriyanti, M.Pd., menyampaikan bahwa pergeseran paradigma evaluasi menuju asesmen kompetensi belajar sepanjang hayat sangat esensial dalam mendukung pembelajaran matematika realistik.
“Dalam pembelajaran bercirikan matematika realistik, peserta didik diarahkan mengonstruksi pengetahuannya melalui eksplorasi masalah nyata di sekitarnya. Hal tersebut menuntut model evaluasi yang autentik, komprehensif, dan berkelanjutan, bukan sekadar tes akhir tertulis. Melalui kuliah umum internasional ini, para calon pendidik matematika dibekali kompetensi merancang instrumen evaluasi modern agar lulusan kita siap bersaing di kancah global menyongsong visi internasional tahun 2033,” papar Rahma Febriyanti, M.Pd.
Lebih jauh, Rahma menegaskan keselarasan konsep lifelong learning dengan falsafah Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. “Spirit belajar sepanjang hayat merupakan manifestasi langsung dari sabda Nabi untuk menuntut ilmu sejak dari buaian hingga liang lahad. Prinsip keilmuan Aswaja yang dinamis dan berorientasi maslahat memandu para pendidik agar terus adaptif memanfaatkan iptek serta membaca peluang edupreneurship dalam merancang media dan instrumen evaluasi yang solutif bagi peradaban pendidikan,” tambahnya.
Webinar internasional ini menghadirkan akademisi Sprix Jepang sekaligus peneliti di University of Szeged Hongaria, Win Phyu Thwe, Ph.D., sebagai narasumber utama. Dalam sesinya, ia membedah ragam metode evaluasi inovatif, seperti asesmen berbasis proyek (project-based assessment) dan portofolio, yang terbukti efektif mengukur kemampuan bernalar kritis, kreativitas, adaptabilitas, serta keterampilan pemecahan masalah (problem solving) peserta didik secara holistik.
Antusiasme peserta tampak dari interaksi kritis saat sesi tanya jawab, di mana mahasiswa dan dosen mendiskusikan peluang adaptasi instrumen evaluasi internasional ke dalam kurikulum berbasis capaian luaran (Outcome-Based Education / OBE) di Indonesia.
Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., saat membuka forum memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi internasional lintas disiplin ini. Menurutnya, keterlibatan aktif sivitas akademika dalam diskusi ilmiah tingkat dunia sangat strategis dalam memperkuat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, memperluas jejaring riset kolaboratif antarbangsa, serta mendongkrak reputasi mutu akreditasi FKIP Unisla.
Sebagai rencana tindak lanjut, fakultas dan program studi akan mengintegrasikan modul asesmen kompetensi belajar sepanjang hayat ke dalam perangkat perkuliahan, menyelenggarakan pelatihan perancangan instrumen bagi dosen, serta merintis proyek riset bersama (joint research) dengan mitra internasional di masa mendatang.