Coaching Clinic Penyusunan Proposal PKM Tingkatkan Kualitas Riset dan Inovasi Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA
Coaching Clinic Penyusunan Proposal PKM Tingkatkan Kualitas Riset dan Inovasi Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FKIP UNISLA
LAMONGAN – Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Lamongan menyelenggarakan Coaching Clinic Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2023 pada 17 Januari 2023. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merumuskan ide penelitian, inovasi, pengabdian, dan kewirausahaan menjadi proposal PKM yang kompetitif. Coaching clinic diikuti mahasiswa dari berbagai semester yang telah memiliki gagasan awal maupun yang sedang mencari inspirasi untuk membangun kolaborasi riset. Kegiatan juga melibatkan perwakilan dosen yang berperan dalam menyamakan persepsi mengenai proses pembimbingan PKM. Melalui pendampingan intensif tersebut, mahasiswa diarahkan untuk menghasilkan gagasan yang lebih terstruktur, inovatif, berbasis sains, dan sesuai dengan pedoman PKM Tahun 2023.
Penyelenggaraan kegiatan dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan antara ide kreatif mahasiswa dan kemampuan teknis dalam menyusun proposal ilmiah. Mahasiswa sering memiliki gagasan yang potensial, tetapi masih menghadapi kesulitan dalam menentukan skema PKM, merumuskan masalah, menyusun metodologi, hingga memastikan kesesuaian administrasi proposal. Kondisi tersebut membuat pendampingan yang bersifat klinis dan langsung menjadi penting agar kelemahan gagasan dapat diidentifikasi sejak awal. Coaching clinic dipilih sebagai pendekatan karena peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi membawa gagasan untuk dianalisis dan diperbaiki secara langsung. Dengan mekanisme tersebut, Program Studi Pendidikan IPA berupaya membangun tradisi penelitian dan inovasi yang lebih sistematis sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi kompetisi akademik nasional.
Kegiatan menghadirkan Sri Setyaningsih, S.Si., M.Sc. sebagai pemateri sekaligus ketua pelaksana yang membimbing peserta melalui pendekatan klinis dan konsultatif. Materi mencakup pemahaman pedoman PKM, pemetaan ide, perumusan pertanyaan penelitian, pemilihan skema, penyusunan metodologi, hingga pengembangan rencana kerja dan anggaran biaya. Peserta memperoleh pendampingan pada berbagai bidang PKM, antara lain PKM Riset Eksakta, PKM Riset Sosial Humaniora, PKM Kewirausahaan, PKM Pengabdian kepada Masyarakat, PKM Penerapan IPTEK, PKM Karsa Cipta, PKM Karya Inovatif, serta skema gagasan futuristik dan artikel ilmiah. Setelah sesi pleno, kegiatan dilanjutkan dengan konsultasi berbasis kelompok dan presentasi matriks ide yang memungkinkan peserta memperoleh umpan balik secara langsung terhadap kebaruan, metode, dan kesesuaian skema proposal. Antusiasme mahasiswa terlihat dari interaksi diskusi yang intens, proses peer-review antarkelompok, dan keberanian peserta mempertahankan gagasan berdasarkan argumentasi ilmiah dan literatur yang relevan.
Ketua Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan, Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd., menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pendampingan teknis penyusunan proposal, tetapi menjadi ruang untuk menginkubasi gagasan mahasiswa agar dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan berbagai tantangan global. Mahasiswa Pendidikan IPA didorong untuk tidak berhenti pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi mampu mengubah pengetahuan sains menjadi ide penelitian, teknologi, produk inovatif, maupun program pemberdayaan yang berdampak. Dalam proses tersebut, setiap gagasan tetap diarahkan agar memiliki landasan ilmiah yang kuat dan menjunjung etika penelitian. Mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan gagasan dengan mengintegrasikan potensi pendidikan, teknologi, sains, dan kewirausahaan secara seimbang. Melalui budaya akademik seperti ini, program studi ingin membentuk mahasiswa yang berani berpikir kritis, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap ilmu pengetahuan yang dikembangkan.
Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kualitas interaksi akademik serta perubahan cara mahasiswa dalam memandang penelitian dan inovasi. Forum coaching clinic mendorong mahasiswa untuk lebih terbuka menerima kritik, mempertahankan argumentasi secara ilmiah, dan melakukan perbaikan terhadap gagasan berdasarkan masukan dari dosen maupun rekan sejawat. Kegiatan ini juga memicu peningkatan intensitas penelusuran literatur, terutama jurnal ilmiah yang digunakan untuk memperkuat kebaruan dan urgensi penelitian. Selain itu, mulai terbentuk kolaborasi lintas angkatan yang memungkinkan mahasiswa senior berbagi pengalaman metodologi kepada mahasiswa junior, sementara mahasiswa junior membawa gagasan dan perspektif baru dalam kelompok riset. Hasil evaluasi menunjukkan 98 persen peserta menilai materi sesuai dengan panduan PKM terbaru, 92 persen merasakan peningkatan pemahaman metodologi riset, 95 persen menilai umpan balik pemateri sangat membantu, dan 96 persen menyatakan semakin termotivasi menyelesaikan proposal PKM setelah kegiatan.
Kegiatan ini secara langsung mendukung visi Program Studi Pendidikan IPA, yaitu “Mengembangkan program studi Pendidikan IPA yang Unggul dalam mengintegrasikan pembelajaran dan keilmuan IPA berbasis Edutechnosciencepreneurship dengan berlandaskan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah tingkat Internasional Tahun 2033.” Pilar Edu diwujudkan melalui penguatan kemampuan mahasiswa dalam merancang penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan masyarakat. Pilar Techno dan Science tercermin dalam pengembangan gagasan berbasis sains, teknologi tepat guna, riset eksakta, serta inovasi yang dapat menjawab persoalan lingkungan dan kesehatan. Pilar Preneurship dikembangkan melalui pembinaan proposal kewirausahaan yang mendorong mahasiswa menciptakan produk berbasis ilmu pengetahuan dengan nilai tambah dan potensi kebermanfaatan ekonomi. Seluruh proses tersebut juga dibingkai dengan nilai Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah melalui penekanan pada kejujuran akademik, keseimbangan, toleransi, tanggung jawab sosial, dan kebermanfaatan ilmu bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Program Studi Pendidikan IPA menetapkan target penyelesaian 15 draf proposal PKM lintas bidang yang telah direvisi secara komprehensif dalam waktu maksimal 21 hari setelah kegiatan. Prodi juga merencanakan dua forum blind-review internal untuk memastikan setiap proposal memperoleh evaluasi sebelum memasuki tahap pengusulan. Pendampingan administrasi akan dilakukan secara ketat agar proposal memperoleh validasi dosen pembimbing dan pengesahan pimpinan fakultas sesuai mekanisme yang ditetapkan. Selain itu, program studi menyiapkan lokakarya khusus penyusunan Rencana Anggaran Biaya serta menetapkan standar mutu internal yang mengharuskan proposal menggunakan sedikitnya 10 sitasi literatur primer dari jurnal ilmiah bereputasi. Langkah tersebut menunjukkan bahwa coaching clinic tidak berhenti pada pembentukan ide, tetapi diarahkan hingga menghasilkan proposal yang siap diajukan dan memiliki kualitas akademik yang lebih kuat.

Ke depan, Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan akan terus memperkuat budaya riset dan inovasi mahasiswa melalui pendampingan yang berkelanjutan. Tradisi menulis proposal, melakukan kajian literatur, berdiskusi secara ilmiah, dan mengembangkan solusi berbasis sains diharapkan menjadi bagian dari keseharian akademik mahasiswa. Pengalaman melalui coaching clinic menjadi fondasi untuk membangun mahasiswa yang tidak hanya mampu berkompetisi dalam PKM, tetapi juga siap mengembangkan penelitian dan inovasi di tingkat yang lebih luas. Program studi juga terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di bidang pendidikan, sains, teknologi, pengabdian, dan kewirausahaan berbasis Edutechnosciencepreneurship. Mari bergabung bersama Program Studi Pendidikan IPA FKIP Universitas Islam Lamongan untuk tumbuh menjadi pendidik, peneliti, dan inovator yang unggul, berintegritas, berkarakter Islami, serta siap berkontribusi di tingkat nasional dan internasional.