Berita FKIP Terkini

Ubah Hambatan Jadi Batu Loncatan Menuju Pentas Dunia 2033, Mahasiswa Unisla Kobarkan Mental Juara Lewat Kuliah Tamu “Dari Tantangan ke Kesuksesan: Motivasi Mahasiswa Pendidikan Matematika Mencapai Potensi Terbaik”

gambar
Berita Program Studi Pendidikan Matematika

Ubah Hambatan Jadi Batu Loncatan Menuju Pentas Dunia 2033, Mahasiswa Unisla Kobarkan Mental Juara Lewat Kuliah Tamu “Dari Tantangan ke Kesuksesan: Motivasi Mahasiswa Pendidikan Matematika Mencapai Potensi Terbaik”

fkip.unisla.ac.id, 11 September 2024, 14:30 WIB

Tim Redaksi

LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Menempuh studi di bidang matematika kerap dihadapkan pada stigma materi yang rumit, beban kognitif yang tinggi, hingga keraguan diri dalam menatap prospek karier masa depan. Menjawab dinamika tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa (Himadika) menggelar Kuliah Tamu inspiratif bertajuk “Dari Tantangan ke Kesuksesan: Motivasi Mahasiswa Pendidikan Matematika Mencapai Potensi Terbaik” di Ruang D 03.06 Kampus Unisla, Rabu (11/9/2024).

Kegiatan pembinaan karakter dan mentalitas berprestasi ini menjadi instrumen akselerasi penting dalam merealisasikan visi strategis program studi, yaitu menjadi program studi pendidikan matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Rahma Febriyanti, M.Pd., menyampaikan bahwa ketangguhan mental (resilience) dan motivasi intrinsik merupakan modal utama bagi mahasiswa sebelum mereka mampu melahirkan terobosan iptek serta media ajar inovatif di lapangan.

“Mimpi besar kita menembus level internasional pada tahun 2033 menuntut sarjana yang memiliki daya juang tinggi dan tidak mudah patah arang di tengah jalan. Kompleksitas rumus dan abstraksi matematika jangan dijadikan momok yang menakutkan, melainkan tantangan bernalar yang harus ditaklukkan. Mahasiswa yang tangguh akan mampu mengubah kesulitan menjadi peluang untuk merancang media pembelajaran bercirikan matematika realistik yang solutif bagi anak didik,” terang Rahma Febriyanti, M.Pd. di sela-sela acara.

Lebih jauh, Rahma menekankan harmonisasi pola pikir pembelajar (growth mindset) dengan nilai-nilai risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah dan pilar edupreneurship. “Dalam tradisi Aswaja, ikhtiar yang diiringi kesabaran, kesungguhan (mujahadah), dan tawakal adalah etika utama para penuntut ilmu. Melalui mentalitas juara ini, mahasiswa diarahkan untuk berani menjajaki peluang karier modern berbasis edupreneurship—seperti kreator modul digital mandiri, pengembang aplikasi edukasi, hingga wirausahawan bimbingan belajar—yang siap bersaing secara global,” imbuhnya.

Hadir sebagai narasumber utama, dosen Pendidikan Matematika Unisla, Dr. Rivatul Ridho Elvierayani, S.Si., M.Pd., membedah kiat praktis mengikis rasa kurang percaya diri (imposter syndrome), strategi manajemen waktu dan stres, hingga cara mengubah kegagalan menjadi bahan evaluasi belajar yang positif. Ia juga membuka wawasan mahasiswa mengenai tren perkembangan profesi pendidikan matematika terkini di era kecerdasan buatan, yang membuka lapangan pengabdian luas di luar jalur guru konvensional.

Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kiki Septaria, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi solid antara prodi dan Himadika dalam merawat api motivasi belajar mahasiswa. Menurut pimpinan fakultas, pembinaan kepribadian yang berkesinambungan menjadi kunci lahirnya calon guru matematika yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas moral yang luhur.

Ketua Panitia Pelaksana, Siti Masyiatul Istiqomah, didampingi Sekretaris Panitia, Ulifatur Rochmatin, menjelaskan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi selama sesi dialog interaktif. Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada narasumber serta sesi foto bersama seluruh peserta dan dosen.

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *