Kreatif Atasi Keterbatasan Lahan, Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA UNISLA Sukses Gelar Pelatihan Hidroponik
Kreatif Atasi Keterbatasan Lahan, Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA UNISLA Sukses Gelar Pelatihan Hidroponik
LAMONGAN — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) terus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi mahasiswanya melalui kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung di lapangan. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, mahasiswa dari prodi pendidikan IPA baru-baru ini sukses mengikuti program pelatihan khusus bertajuk “Hijaukan Lingkungan dengan Strategi Lahan Sempit”. Kegiatan edukatif ini diselenggarakan secara langsung di kawasan Hidroponik Farm Lamongan yang berlokasi di Jalan Sunan Drajat Nomor 156, Kaloharjo, Sidoharjo, Kecamatan Lamongan. Program ini tercatat memiliki tingkat partisipasi yang sangat mengesankan, yaitu dihadiri oleh 57 mahasiswa aktif dari total 59 sasaran peserta, yang berarti mencapai persentase kehadiran sebesar 96,61%. Melalui tingginya angka partisipasi ini, terlihat jelas betapa besar antusiasme para mahasiswa dalam mempelajari inovasi pertanian yang ramah lingkungan.

Ketua Pelaksana kegiatan, Siska Ayu Wulandari, S.Si., M.Si., bersama tim panitia merancang pelatihan ini sebagai respons terhadap tantangan penyusutan lahan terbuka akibat pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman. Dalam kondisi keterbatasan ruang seperti saat ini, upaya penghijauan konvensional menjadi semakin sulit untuk diterapkan oleh masyarakat perkotaan. Oleh karena itu, penerapan teknologi tepat guna berupa sistem budidaya hidroponik diperkenalkan sebagai solusi alternatif yang sangat efektif dan efisien. Sistem pertanian modern ini memungkinkan tanaman tumbuh optimal tanpa memerlukan media tanah yang luas, melainkan cukup dengan sirkulasi air dan larutan nutrisi yang terukur. Dengan pengetahuan dasar ini, mahasiswa prodi pendidikan IPA diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan produktif meski hanya memanfaatkan halaman atau teras rumah yang sempit.
Untuk memastikan kualitas pembelajaran yang maksimal, pihak penyelenggara secara khusus menghadirkan Helmi Adinata, selaku pemilik Hidroponik Farm Lamongan, sebagai pemateri utama. Dalam sesi pelatihannya, beliau tidak hanya memaparkan teori dasar hidroponik, tetapi juga mengajak seluruh peserta untuk mengenali secara langsung berbagai komponen instalasi budidaya. Mahasiswa diberikan kesempatan emas untuk melakukan observasi mendalam mengenai tahapan penyemaian benih, teknik pemindahan bibit, hingga proses pengelolaan larutan nutrisi secara akurat. Selain aspek pertanian dan ekologi, pemateri juga membuka wawasan para peserta mengenai potensi kewirausahaan yang menjanjikan dari hasil panen sayuran hidroponik yang bersih dan berkualitas tinggi. Sesi diskusi yang interaktif serta praktik lapangan ini terbukti sangat efektif dalam menghubungkan konsep sains murni dengan aplikasi teknologi dalam kehidupan nyata.

Keberhasilan pelaksanaan program pelatihan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Ketua Program Studi, Silvi Rosiva Rosdiana, M.Pd., beserta Dekan FKIP UNISLA, Moh Nurman, M.Pd. Pihak fakultas sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin erat antara institusi pendidikan dan pelaku usaha lokal dalam menciptakan wadah pembelajaran kontekstual. Ke depannya, pengetahuan dan keterampilan teknis yang telah diperoleh selama pelatihan ini akan ditindaklanjuti dengan pembuatan rancangan instalasi hidroponik sederhana di lingkungan kampus. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai tugas akademik semata, melainkan dapat terus berkembang menjadi program penghijauan kampus yang berkelanjutan. Pada akhirnya, para lulusan diharapkan dapat terjun ke masyarakat dengan membawa solusi nyata yang berdampak positif bagi pelestarian lingkungan dan peningkatan ketahanan pangan lokal.