Rancang Bahan Ajar Kontekstual Berdaya Saing Global 2033, Mahasiswa Unisla Asah Keterampilan Pedagogik Lewat “Pelatihan Pembuatan LKPD Berbasis PMRI”
Rancang Bahan Ajar Kontekstual Berdaya Saing Global 2033, Mahasiswa Unisla Asah Keterampilan Pedagogik Lewat “Pelatihan Pembuatan LKPD Berbasis PMRI”
fkip.unisla.ac.id, 17 Oktober 2023, 14:20 WIB
Tim Redaksi
LAMONGAN, FKIP Universitas Islam Lamongan — Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) di sekolah kerap kali hanya berujung menjadi kumpulan soal mekanis yang menjemukan dan menjauhkan siswa dari esensi matematika di dunia nyata. Menjawab kelemahan bahan ajar konvensional tersebut, Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) melalui Himpunan Mahasiswa (Himadika) menggelar lokakarya intensif bertajuk “Pelatihan Pembuatan LKPD Berbasis PMRI” di Aula Gedung A Kampus Unisla, Selasa (17/10/2023).
Kegiatan akademik ini menjadi implementasi langsung dari peta jalan dan distingsi utama program studi, yakni mewujudkan Program Studi Pendidikan Matematika yang unggul dalam Pengembangan Iptek dan Edupreneurship yang menekankan pada media pembelajaran bercirikan matematika realistik dengan mengamalkan risalah Islamiyah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di Tingkat Internasional tahun 2033.

Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unisla, Elly Anjarsari, M.Pd., menyampaikan bahwa pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) merupakan identitas inti dari calon guru lulusan Unisla.
“Visi internasional 2033 menuntut sarjana kita memiliki keunggulan distingtif yang diakui luas, salah satunya kepiawaian dalam merancang media dan bahan ajar bercirikan matematika realistik. Melalui pelatihan ini, mahasiswa dibimbing merombak paradigma LKPD lama menjadi lembar aktivitas belajar yang memfasilitasi siswa menemukan sendiri konsep matematika melalui konteks nyata di sekitarnya,” terang Elly Anjarsari, M.Pd. di sela-sela pelatihan.
Elly juga menekankan korelasi bahan ajar realistik dengan pilar edupreneurship dan risalah Aswaja. “Keahlian merancang LKPD inovatif yang kontekstual dan menarik secara visual bernilai jual tinggi dalam ekosistem edupreneurship. Mahasiswa dapat menerbitkannya sebagai modul ajar mandiri ber-ISBN maupun produk digital komersial. Seluruh ikhtiar ini berakar pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah untuk menebar ilmu yang aplikatif dan memudahkan urusan orang lain (taysir), sehingga matematika dicintai dan membawa maslahat bagi generasi bangsa,” tambahnya.
Pelatihan aplikatif ini menghadirkan akademisi Pendidikan Matematika Unisla, Rayinda Aseti Prafianti, M.Pd., sebagai narasumber tunggal. Dalam materinya, Rayinda mengupas tuntas prinsip dasar PMRI—mulai dari penggunaan konteks nyata (phenomenological exploration), pemodelan matematika bertahap, kontribusi aktif peserta didik, hingga interaktivitas di kelas.
Para peserta tidak hanya menyimak teori, tetapi langsung mengikuti sesi praktik menyusun draf LKPD berbasis situasi nyata, seperti masalah jual-beli di pasar tradisional, pola arsitektur lokal, hingga takaran kebutuhan harian.
Dekan FKIP Unisla, Moh. Nurman, M.Pd., dalam sambutan pengesahannya menyambut baik penguatan kompetensi desain instruksional mahasiswa ini. Menurutnya, keterampilan menyusun bahan ajar kontekstual merupakan bekal fundamental sebelum mahasiswa menjalani program asistensi mengajar di sekolah mitra maupun memasuki dunia kerja profesional keguruan.
Ketua Panitia Pelaksana, Siti Masyiatul Istiqomah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menghasilkan luaran konkret berupa prototipe rancangan LKPD berbasis PMRI karya mahasiswa. Draf-draf terpilih akan disempurnakan melalui bimbingan lanjutan agar siap diujicobakan dalam proses pembelajaran di sekolah mitra serta memperkaya portofolio inovasi media ajar prodi.